Lamongan (beritajatim.com) – Menjelang perayaan malam 1 Suro yang jatuh pada 27 Juni 2025, Polres Lamongan mengambil langkah preventif dengan menggelar rapat eksternal lintas sektoral sekaligus membentuk satuan tugas (Satgas) guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Rapat yang berlangsung di Gedung SKJ Mapolres Lamongan ini melibatkan berbagai elemen penting, mulai dari Polri, TNI, Pemerintah Kabupaten Lamongan, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Lamongan, hingga para pimpinan perguruan silat yang tersebar di wilayah tersebut.
Tidak hanya dari internal Kabupaten Lamongan, pengamanan juga diperkuat dengan kehadiran perwakilan dari Dit Samapta Polda Jawa Timur, Brimob Polda Jatim, serta Bag-ops dari sejumlah Polres sekitar seperti Gresik, Jombang, dan Mojokerto.
Kapolres Lamongan, AKBP Agus Dwi Suryanto, menegaskan pentingnya kerja sama lintas instansi dan komunitas dalam menjaga situasi yang kondusif, terutama karena malam 1 Suro kerap diwarnai kegiatan yang melibatkan massa dari berbagai perguruan silat.
“Kegiatan perguruan silat kerap identik dengan pengerahan massa yang berpotensi memicu gesekan. Budaya bentrok harus kita kikis bersama. Kolaborasi adalah kunci,” kata Agus, Selasa (17/6/2025).
Hal senada diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lamongan, Mohammad Nalikan, yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyambut 1 Suro dengan damai dan tertib.
“Mari kita jaga Kabupaten Lamongan agar tetap aman dan tertib. Hindari pengerahan massa, konvoi, serta konsumsi miras. Melek informasi media massa juga sangat penting,” ujar Nalikan.
Komitmen bersama menjaga ketertiban juga disampaikan oleh Dandim 0812/Lamongan, Letkol Ketut Wira Purbawan. Ia mengingatkan seluruh pihak agar senantiasa waspada dan siap siaga dalam menyambut pergantian bulan tersebut.
“Pengamanan dan ketertiban masyarakat harus menjadi prioritas dalam menyambut bulan Suro,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Harian IPSI Lamongan, Sujarno, menyampaikan bahwa terdapat 21 perguruan silat di Lamongan yang sudah dikonsolidasikan hingga ke tingkat kecamatan. Ia juga menyoroti beberapa persoalan yang sering muncul, terutama saat pengesahan anggota baru.
“Dengan semangat Guyub Rukun, Melu Jogo Lamongan, Berprestasi, kami terus membangun komunikasi antar-perguruan serta dengan jajaran Forkopimda,” katanya.
Sebagai bentuk konkret komitmen menjaga stabilitas wilayah, Polres Lamongan bersama Forkopimda dan IPSI mengukuhkan Satgas Sentot Prawirodirjo. Satgas ini merupakan representasi dari seluruh perguruan silat yang ada di Lamongan.
Pengukuhan Satgas dilakukan langsung oleh Kapolres, Dandim, dan Sekda Lamongan, dilanjutkan dengan pembacaan dan penandatanganan Maklumat Suro Aman dan Damai yang dipimpin oleh Ketua Harian IPSI Lamongan. Langkah ini diharapkan mampu mempererat kolaborasi serta mencegah potensi konflik dalam perayaan malam 1 Suro mendatang. [fak/suf]






