Bojonegoro (beritajatim.com) – Jasa penukaran uang baru menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah di wilayah hukum Polres Bojonegoro mulai marak. Para penyedia jasa tukar uang baru ini menyebar di beberapa titik yang sering menjadi pusat keramaian.
Menyikapi hal itu, Kapolres Bojonegoro AKBP Muhammad mengungkapkan, meski mulai banyak jasa penukaran uang baru di wilayah hukumnya, namun hingga saat ini belum ada laporan masyarakat yang merasa tertipu dengan penyebaran uang palsu.
[berita-terkait number=”5″ tag=”ramadan”]
“Sejauh ini masih aman terkendali, meski begitu kami tetap waspada dengan dibantu Bhabinsa TNI untuk melakukan pengamanan dengan tindakan preventif. Salah satunya pengawalan tertutup dari intel, maupun reakrim dan patroli,” ujarnya, Rabu (20/4/2022).
Menurut AKBP Muhammad, dalam suasana ekonomi yang serba sulit seperti saat ini, pihaknya tidak membatasi masyarakat dalam mencari tambahan uang untuk menyambut Idul Fitri. Namun, pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan menjaga diri masing-masing.
“Jangan sampai terjadi penipuan dengan menukar uang yang tidak resmi. Kalau ragu, saran saya agar lebih aman, bisa melakukan tukar menukar uang ke perbankan yang resmi,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, titik-titik jasa penukaran uang baru yang ada di kawasan kota seperti di Alun-alun dan Taman Rajekwesi. Selain itu, juga masih banyak di wilayah kecamatan yang berada di tempat strategis.
Salah seorang pemilik jasa penukaran uang baru di kawasan Alun-alun Bojonegoro, Budi (45) mengaku meski bulan Ramadan baru memasuki hari ke-18 namun animo masyarakat untuk menukarkan uang baru sudah mulai ada. Uang baru itu biasanya dipakai untuk memberikan angpau kepada anak-anak yang melakukan silaturahmi saat lebaran.
Budi mengaku baru tahun ini memulai usaha jasa penukaran uang baru. Sejak awal ia membuka stand setiap hari terdapat satu sampai tiga orang yang menukar uang. Biasanya, lanjut dia, mendekati hari raya penukaran uang baru akan lebih ramai. “Seminggu ini lumayan bisa Rp100 ribu sampai Rp400 ribu perhari yang menukarkan uang,” ungkapnya. [lus/kun]






