Sidoarjo (beritajatim.com) – Masih banyak masyarakat yang terjebak oleh investasi bodong. Ungkapan itu disampaikan oleh Budiyono kepala Bagian Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Kantor Regional 4 Jawa Timur.
“Hingga kini nilai kerugian akibat praktik investasi bodong mencapai Rp 126 Triliun,” ucap Budiyono dalam acara Sosialisasi Waspada Terhadap Investasi Bodong dan Pinjaman Online (Pinjol) ilegal di kantor desa Becirongengor Kecamatan Wonoayu Minggu (30/7/2023).
Budiyono berpesan kepada masyarakat agar tidak mudah tertipu iming-iming investasi yang menyesatkan. “Mohon mewaspadai ajakan-ajakan investasi yang tidak logis dan tidak legal,” tambahnya meminta.
Sosialisasi intensif kepada masyarakat dalam menghindari Pinjol itu diinisiasi oleh Indah Kurnia anggota Komisi XI DPR RI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga: 13 Kasus Bunuh Diri di Surabaya Sampai Oktober 2022, Pemicunya Depresi Asmara Hingga Pinjol
Menurut Indah masih banyak masyarakat yang menjadi korban iming-iming investasi dan pinjaman online yang justru berujung menyengsarakan. Oleh karena itu pihaknya berkomitmen akan terus memberikan edukasi agar masyarakat semakin cerdas menyikapi persoalan terutama persoalan keuangan.
“Kami bersama OJK akan terus turun ke masyarakat untuk memberikan edukasi. Bahkan tiap hari Minggu kami datang bersama OJK ke masyarakat supaya masyarakat tambah pinter,” imbuhnya.
Politisi asal PDI Perjuangan itu juga menghimbau agar masyarakat selalu ingat dengan kontak pengaduan OJK yaitu di nomor 157 atau whatsApp 081157157157. “Dengan cara itu masyarakat akan mendapat jawaban mengenai aplikasi tersebut legal atau tidak,” tukasnya.

Lebuh jauh Indah menjelaskan bahwa salah satu ciri sebuah investasi adalah Legal dan Logic. Legal artinya lembaga yang melaksanakan kegiatan investasi atau memghimpun dana masyarakat harus memiliki izin dari OJK.
Logic artinya apa yang ditawarkan oleh lembaga/perusaahan investasi harus masuk akal dan tidak mengada-ada atau menjanjikan sesuatu yang berlebihan. Misalnya, tawaran bunga besar atau tawaran investasi tanpa resiko.
Wakil rakyat dari Dapil Jatim 1 itu juga menyampaikan bahwa masyarakat harus bijak mengatur keuangannya, yakni menggunakan uang berdasar kebutuhan saja.
“Salah satu upaya untuk bisa mempertahankan kondisi keuangan keluarga adalah dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan produktif seperti usaha maupun opsi lain yang lebih menantang dan menjanjikan keuntungan seperti investasi dengan tujuan agar uang tidak berhenti di tabungan,” jelasnya.
Suyarno anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo dari PDI Perjuangan yang hadir dalam sosilisasi itu menilai pentingnya komunikasi. Bila terjalin komunikasi yang baik antar sesama maka akan bisa saling mengingatkan. Sehingga menjauhkan dari potensi-potensi kejahatan cyber.
“Kita jaga komunikasi antar sesama kita dengan baik, sehingga kejahatan dapat diminimalisir dan kerukunan warga terjaga,” pintanya.
Pihaknya juga berterimakasih kepada seluruh warga di sekitar wonoayu yang telah hadir mengikuti Sosialisasi. “Terimakasih seluruh warga Wonoayu yang udah mau terus belajar mengedukasi diri agar tidak terjebak investasi bodong dan Pinjol dan bisa menjalani kehidupan yang lebih baik,” paparnya. (isa/ted)
[berita-terkait number=”3″ tag=”indah-kurnia”]






