Politik Pemerintahan

Viral, Video Penyemprot Disinfektan Berseragam BPBD dengan Atribut Faida-Vian

Jember (beritajatim.com) – Sebuah video penyemprot disinfektan berseragam Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember, Jawa Timur, yang membawa tabung berstiker pasangan calon bupati-wakil bupati Faida dan Dwi Arya Nugraha Oktavianto viral di media sosial.

Video tersebut berdurasi singkat, hanya tujuh detik. Adegannya hanya seseorang berseragam oranye bertuliskan BPBD berjalan memanggul tabung semprot warna kuning. Stiker foto Faida dan Oktavianto tertempel dengan tulisan Faida dan Vian.

Faida adalah bupati Jember saat ini. Sementara Vian atau Oktavianto adalah pengusaha. Mereka berpasangan mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah tahun ini melalui jalur perseorangan.

David Handoko Seto, politisi Partai Nasional Demokrat di DPRD Jember, menyoroti adanya atribut Faida dan Vian yang dibawa petugas berseragam BPBD. “Kami menyesalkan. Bencana di mana-mana urusannya kemanusiaan. Tak ada tendensi politik. Kalau ini dilabeli politik oleh pihak tertentu, apalagi incumbent, ini sangat saya sayangkan. Ini perlu jadi catatan tersendiri bagi Kepala BPBD kecolongan seperti ini, disengaja atau tidak,” katanya, Jumat (12/6/2020).

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Jember Satuki langsung melansir pernyataan klarifikasi resmi yang disiarkan berantai di WhatsApp. “Kepada yang terhormat masyarakat Jember tercinta, disampaikan bahwa video kegiatan penyemprotan dengan handsprayer ada gambar calon bupat-wakil bupati, dilakukan relawan yang tidak kami perintah dan bukan petugas BPBD,” katanya.

“Alat semprot yang dimaksud adalah milik Pondok Pesantren Raudhatul Ulum, yang hari ini (Jumat) dilakukan rapid test. Relawan bencana yang membantu memakai kaos BPBD adalah kaos diklatsar tahun 2018 yang diselenggarakan BPBD,” kata Satuki.

Satuki mengatakan, BPBD sendiri melakukan penyemprotan di rumah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Balung Lor, Kecamatan Balung, dan Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti, Jumat. “BPBD mengumumkan ke semua petugas dan para relawan bencana untuk lebih selektif terhadap kegiatan, tugas dan dampaknya, baik politik maupun sosial.Kami selaku Pelaksana Tugas Kepala BPBD memohon maaf kepada Ibu Bupati dan masyarakat atas keteledoran kami. Kami berjanji tidak akan terjadi lagi hal yang demikian,” katanya.

Namun, juru bicara Ponpes Raudhatul Ulum, Izzat Umari, membantah jika pada tabung penyemprot disinfektan milik pondok tertempel stiker calon bupati. “Sudah diteliti oleh panitia. Ternyata dua handsprayer milik pondok itu tidak ada stiker Faidah-Vian. Tapi kalau relawan dari luar, panitia betul tidak ingat apakah ada atau tidak stiker Faida-Viannya. Tapi pakaian relawan itu ada tulisan BPBD-nya,” katanya kepada beritajatim.com. [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar