Politik Pemerintahan

Total Denda Capai Rp 1,3 Miliar akibat Banyak Warga Surabaya Masih Langgar Protokol Kesehatan

Foto ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Sekretaris Satgas Covid-19 Surabaya, Irvan Widyanto mengungkapkan fenomena menarik terkait denda pelanggar protokol kesehatan di Surabaya.

Menurutnya, perolehan denda terus bertambah. Bulan lalu saja, denda yang terkumpul total sebanyak Rp 583 juta. Sehingga sejak Januari hingga Feburari berjalan, total nilainya sudah melonjak mencapai Rp 1,3 miliar.

“Ya memang karena banyaknya warga yang belum mematuhi prokes, dan tingkat dispilinitasnya sudah mengendor,” ungkap Irvan saat dikonfirmasi di Surabaya.

Irvan mengungkapkan, pelanggaran paling banyak yang ditemui adalah warga kota yang tidak menggunakan masker sebanyak 7.924 orang. Pada posisi kedua pelanggaran terbanyak, adalah kerumunan warga di tempat umum yang mencapai 1.515 orang.

“Pelanggar ini bukan dari warga saja, tapi juga dari pelaku usaha yang sering abai prokes pada saat PPKM mikro. Contohnya pelanggaran jam operasional maksimal pukul 22.00. Ada 211 pelaku usaha yang melanggar,” ujarnya.

Selain itu, sarana dan prasarana protokol kesehatan juga tak luput dari pengawasan petugas. Seluruh pelaku usaha harus menyediakan tempat cuci tangan. Namun, masih terdapat 67 tempat usaha yang tidak mematuhi regulasi tersebut dan akhirnya mereka dikenai denda. Pelanggaran lainnya juga ditemukan pada kapasitas tempat kuliner seperti restoran, warung dan warkop maksimal diisi 50 persen, namun terdapat 57 tempat yang melanggar.

“Untuk seluruh pelanggar perseorangan dikenai denda Rp 150 ribu dan KTP disita. Kalau untuk pelaku usaha, nominal denda yang diterapkan jauh lebih besar. Bergantung pada tingkat usaha itu, mulai dari Rp 500 ribu sampai Rp 25 juta,” kata Irvan. [ifw/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar