Politik Pemerintahan

Si Jamal Kirim Susu untuk Anak-Anak di Lingkungan Isolasi Mandiri

Kediri (beritajatim.com) – Anak-anak butuh gizi, tak hanya makan nasi, maka Si Jamal (Sinergi untuk Jaring Pengaman Sosial) mengirimkan susu untuk anak-anak dan balita ke warga yang melakukan isolasi mandiri di Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota, (20/4/2020).

Sejak tanggal 14 April 2020, 112 KK di 5 RT Kelurahan Dandangan mengisolasi diri karena ada satu warganya postif Covid-19. Sejumlah 32 paket susu UHT dan 5 paket susu bayi (untuk anak usia di bawah satu tahun) dibagikan bersama dengan 118 paket sayuran.

“Dari 32 paket susu UHT itu, sejumlah 5 paket berisi 4 kotak susu karena ada satu keluarga yang punya 4 anak,” kata Elwien Roodianah, Branch Manager Rumah Zakat, salah satu lembaga amal yang tergabung di Si Jamal. Panitia memastikan bahwa semua anak dan balita mendapatkan susu.

Selain susu, sayuran juga merupakan bahan makanan yang dibagikan oleh Si Jamal. Tujuannya agar warga tetap menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan sehat. Beras dan sembako sudah dibagikan oleh Si Jamal pada awal-awal isolasi. Si Jamal merupakan kolaborasi Pemkot Kediri dengan berbagai lembaga amal yaitu Baznas (Badan Amal Zakat Nasional), Rumah Zakat, Yatim Mandiri, BMH (Baitul Maal Hidayatullah), NH (Nurul Hayat), LMI, Sahabat Mustahiq, LAS (Lembaga Amil Zakat), dan Al Haromah.

“Sampai hari ini, paket sembako yang dulu dibagikan masih cukup. Malah kalau ada sumbangan sembako atau makanan, kami berikan pada tukang sayur yang mensuplai sayuran ke sini,” kata Wantini, istri Ketua RT 2, RW 6, Basuki Hidayat.

Rupanya, isolasi mandiri ini menjadikan warga justru semakin dekat, saling tolong menolong. Bila ada makanan yang berlebih, mereka kasih pada yang membutuhkan. Misal untuk tukang sayur dan kurir yang mengantar barang kebutuhan.

Selain itu untuk menjaga agar tetap bugar, warga di sini juga melaukan olah raga setiap hari. Wantini memimpin senam setiap pagi pukul 09.00 WIB-10.00 WIB, berlokasi di sepanjang jalan di depan rumah masing-masing.

“Meski senam kami juga tetap jaga jarak,” kata Wantini. Sedangkan pada malam hari, ada yang bermain badminton di depan rumah karena jalanan memang sangat sepi. Jadi, tak ada alasan untuk tak hidup sehat meski sedang mengisolasi diri. [nm/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar