Politik Pemerintahan

Sandiaga: Jadikan Pilkada Sebagai Universitas Wisata Politik

Jember (beritajatim.com) – Sandiaga Uno, pengusaha dan mantan wakil gubernur DKI Jakarta Raya, menyerukan kepada masyarakat di Kabupaten Jember, Jawa Timur, agar tetap bersatu tahun depan.

“Saya tahun depan ada pilkada. Jangan terpecah belah. Serahkan keputusannya kepada rakyat. Kita berikan yang terbaik. Dunia usaha harus ambil peran. Masyarakat dan pers harus ambil untuk menciptakan kebijakan yang kondusif,” kata Sandiaga, dalam acara Ngobrol Bareng Sandiaga Uno yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia, dan Kamar Dagang dan Industri, di Hotel Aston, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (30/11/2019).

Sandiaga menegaskan, dunia bisnis dan politik sama-sama punya peran penting untuk mengembangkan daerah. “Kita jangan gunakan politik untuk memecah belah kita, tapi menggunakan politik untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa kita,” katanya.

“Jadikan pilkada seperti universitas wisata politik. Ini laboratorium politik kita, karena demokrasi kita sangat maju. Bayangin aja, dulu semua takut 01 dan 02 (berkonflik). Tapi setelah (pemilu) 17 April, kabinet yang dibentuk adalah kabinet bersama. Ini suatu laboratorium juga, memberikan nuansa kesejukan,” kata Sandiaga.

Setelah pemilu usai dan Joko Widodo dilantik menjadi presiden, Prabowo Subianto yang sebelumnya menjadi kompetitor dan berpasangan dengan Sandiaga memang memilih menerima tawaran masuk ke dalam kabinet sebagai Menteri Pertahanan. Sementara Sandiaga memilih tetap di luar pemerintahan.

Sandiaga mengatakan, dalam demokrasi harus tetap ada penyeimbang. “Siapa yang memainkan fungsi check and balance? Semua yang ada di luar pemerintahan harus memberikan check and balance, harus memainkan peran pihak yang memberikan check and balance kepada pemerintah,” katanya.

Sementara itu, saat memperoleh giliran bicara, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Jember Dwi Arya Nugraha Oktavianto mengatakan, selama empat tahun terakhir kota itu tertinggal dengan kabupaten lain. “Contoh kecil, dulu ada tiga maskapai penerbangan di bandara kita, sekarang tinggal Wings Air saja. Sangat jauh dengan Banyuwangi. Saya akui kepemimpinan bupati sebelah cukup pandai sebagai marketer. Pemimpin bagi saya adalah yang benar-benar memimpin sebuah tim, bukan sebagai penguasa. Kalau pengusa kan maunya sendiri. Tapi kalau pemimpin, bersama-sama memimpin rakyat berikut dengan perangkat daerahnya membangun kabupaten supaya lebih maju,” katanya.

Menurut Oktavianto, kondisi perekonomian Jember saat ini tidak lepas dari tidak hadirnya pemerintah. “Pemerintah menurut kami belum bisa merespons aspirasi pelaku usaha, UMKM, pengusaha besar maupun kecil menengah. Pengusaha butuh kepastian. Harapan saya, hari ini, kita punya beban moral sebagai warga Jember untuk memberikan solusi-solusi ke depan supaya Jember maju daerahnya, pesat pertumbuhan ekonominya, dan situasi politik cukup kondusif. Politik dan bisnis memang berbeda, tapi saling terikat. Keterikatan saling menunjang. Kondisi politik yang baik dan kondusif akan memberikan kepercayaan bagi investor dan pelaku usaha untuk mengembangkan usaha dengan baik,” katanya.

Sebagaimana Sandiaga, Oktavianto juga berharap masyarakat bersatu. “Dengan adanya pilkada ini, semua bersatu menunjang perekonomian masing-masing. Jangan lagi terinsipirasi subsidi pemerintah, tapi juga harus bisa mandiri. Peluang usaha lebih penting daripada hanya menerima bantuan sosial. Menerima bansos hanya menunda masalah,” katanya. [wir/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar