Gresik (beritajatim.com) – Perumda Giri Tirta Gresik menargetkan pemasangan pipanisasi sepanjang 33 kilometer selesai sebelum tutup tahun 2023. Saat ini pipanisasi difokuskan ke wilayah Kecamatan Duduksampeyan.
Dengan digelontor anggaran APBN Rp 86 miliar, Perusahan Umum Daerah (Perumda) Giri Tirta optimis target pipanisasi di wilayah yang belum terdistribusi air bisa selesai tepat waktu.
Seperti diketahui, program perluasan jaringan pipa ini sudah berjalan di beberapa titik. Seperti di Jalan KH Syafi’i dan Jalan Sunan Giri.
Dirut Perumda Giri Tirta Kurnia Suryandi mengatakan, perluasan jaringan ke arah Duduksampeyan ini memiliki panjang 7,9 kilometer. Nantinya terdapat 6 desa yang bisa terhubung dari pipa tersebut.
“Akhir tahun sudah harus selesai. Untuk yang di wilayah Jalan Giri sudah selesai, sementara yang arah Desa Suci masih berjalan,” ujarnya, Selasa (22/08/2023).
Adanya pipanisasi berdampak bagi masyarakat Duduksampeyan. Pasalnya, daerah tersebut ada 4.168 sambungan rumah (SR) baru di Duduksampeyan.
“Sesuai rencananya juga akan bangun reservoir lagi di Duduksampeyan. Sebab, selama ini reservoir wilayah tersebut ada di Bunder Gresik,” ungkapnya.
Kurnia menambahkan, saat ini seluruh elemen sedang dipersiapkan. Seperti Reservoir Bunder yang ditarget pembangunannya selesai pada akhir tahun ini. Reservoir itu akan menjadi pusat distribusi dari Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) kemudian disebar ke rumah-rumah.
BACA JUGA:
Warga Gresik yang Miliki KTP Digital Hanya 20 Ribu
Perlu diketahui, bantuan APBN itu untuk pipanisasi yang terbagi menjadi tiga ruas. Pertama, bagian Giri Atas sampai Jalan Kapten Dulasim dengan panjang 9,8 kilometer.
Selanjutnya bagian Bunder sampai Duduksampeyan dengan panjang 7,9 kilometer, dan bagian Bunder sampai ke Kecamatan Manyar panjang dengan panjang 5,8 kilometer. [dny/but]






