Politik Pemerintahan

Pemkab Jember Padamkan Lampu-Lampu Jalanan

Bupati Hendy Siswanto (kiri) dan Wabup Firjaun Barlaman

Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, memadamkan lampu-lampu jalanan di seluruh kawasan sebagai bagian dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang dilaksanakan pada 3-20 Juli 2021.

“Kami mematikan lampu-lampu jalan untuk membatasi mobilisasi orang. Kalau tidak perlu, tidak usah keluar rumah. Penyebaran virus delta ini mudah menular. Insya Allah mulai jam enam (sore) kita matikan semua PJU (Penerangan Jalan Umum) di seluruh kabupaten,” kata Bupati Hendy Siswanto, Kamis (9/7/2021).

Lampu dimatikan hingga pukuk satu atau dua dini hari. Hendy berharap warga tinggal di rumah saja. “Keperluan sehari-hari bisa dipenuhi pada siang hari,” katanya.

Bagaimana dengan potensi terjadinya kejahatan jika PJU dimatikan? “Insya Allah tidak, karena (PJU) di kampung-kampung tetap hidup. Hanya lampu jalan. Teman-teman polres, TNI, satpol PP dan masyarakat sudah sama-sama melakukan yustisi dan pengamanan,” kata Hendy.

Hendy mengingatkan, Jember dikelilingi kabupaten yang termasuk zona merah. “Ini indikasi tidak baik ke depan. Saya berharap kepada masyarakat agar sama-sama waspada dan ikut bertanggungjawab terhadap diri kita sendiri untuk mengamankan, karena PPKM darurat esensinya dalam rangka perlindungan dan menyelamatkan masyarakat di Indonesia,” katanya.

Hendy meminta masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan untuk memakai masker, menjauhi kerumunan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan mencuci tangan. “Kalau tidak ada kepentingan, tidak usah keluar rumah. Mobilitas dikurangi,” katanya. [wir/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar