Blitar (beritajatim.com) – Partai Amanat Nasional (PAN) akan membahas mekanisme pergantian Wakil Bupati Blitar, Rahmat Santoso yang resmi mengajukan pengunduran diri. Rencana itu diungkapkan oleh Bendahara DPW PAN Jatim, Heri Romadhon.
Menurut Heri Romadhon, pihaknya akan mempelajari dan membahas terlebih dahulu pengunduran diri Wakil Bupati Blitar. Selanjutnya melakukan pembahasan serta rapat mengenai mekanisme penggantian Rahmat Santoso yang mengundurkan diri.
“Tentu kami atas nama DPD PAN Kabupaten Blitar sekaligus akan kita sampaikan kepada DPW PAN Jawa Timur, terkait kader kita yang mengundurkan diri sebagai Wakil Kepala Daerah,” kata Heri Romadhon, DPW PAN Jatim, Rabu (06/09/23).
Terkait tokoh yang akan diusulkan sebagai pengganti Rahmat Santoso, Heri Romadhon menyebut pihaknya belum memikirkan hal itu. Saat ini DPW PAN Jatim masih akan melakukan pembahasan lebih lanjut mengenai pengunduran diri Rahmat Santoso dari posisinya sebagai Wakil Bupati Blitar.
“Akan kami rapatkan mekanisme pemberhentian atau penggantian kepala daerah atau wakil kepala daerah yang mengundurkan diri,” ungkapnya.
Heri Romadhon menegaskan masih akan membahas terlebih dahulu, posisi pergantian Wakil Bupati Blitar di rapat mendatang. Mengenai nama pihak pasti akan mengumumkan usai pembahasan dalam rapat yang akan segera digelar tersebut.
“Belum masih kami akan merapatkan terlebih dahulu kalau sudah pasti kami umumkan,” tutupnya.
BACA JUGA:
Profil Perusahan Rokok Bokor Mas Blitar dan Mojokerto yang Dinyatakan Bangkrut
Rahmat Santoso sendiri resmi mengajukan pengunduran diri ke DPRD Kabupaten Blitar pada Jumat (18/09/23). Rahmat mundur lantaran dirinya akan maju sebagai Calon Legislatif DPR-RI dapil Tuban-Bojonegoro.
Kemunduran Wabup Blitar itu juga sudah disetujui oleh Bupati Blitar, Rini Syarifah. Menurut Mak Rini sapaan akrab Bupati Blitar, Rahmat Santoso telah mengajukan permohonan dirinya untuk mundur sejak 1,5 tahun lalu.
Terakhir kali bupati perempuan tersebut juga mendoakan Rahmat Santoso agar bisa sukses dan diberikan kelancaran untuk maju sebagai calon legislatif DPR-RI dapil Tuban-Bojonegoro.
Doa ini pun meredam persepsi liar dari masyarakat Blitar tentang adanya kerenggangan hubungan antara keduanya. Selama ini banyak masyarakat Blitar yang beranggapan bahwa Bupati dan Wakil Bupati Blitar tidak akur atau berjalan masing-masing.
BACA JUGA:
Menganjurkan Pencurian di Rumah Dinas, Mantan Walikota Blitar Dituntut 5 Tahun
Namun anggapan itu ditepis oleh Bupati Blitar. Rini menyebut bahwa hubungan dirinya dengan Rahmat Santoso tetap baik dan harmonis, meski politisi PAN tersebut telah mundur dari jabatannya sebagai Wabup Blitar pada Jumat (18/08/23) lalu.
“Insyallah mohon teman-teman seluruh masyarakat Kabupaten Blitar mohon doa restu agar beliau itu bisa diberikan kemudahan dan bisa membaktikan diri lagi untuk negeri, lewat dapil beliau di Tuban-Bojonegoro,” kata Rini Syarifah, Bupati Blitar, Senin (04/09/23). [owi/but]






