Politik Pemerintahan

Militan Banteng Ketaton Alihkan Dukungan ke Machfud Arifin-Mujiaman

Surabaya (beritajatim.com) – Dinamika politik Surabaya menjelang pilwali 9 Desember nanti semakin dinamis. Minggu pagi ini (8/11), kelompok yang menamakan Banteng Ketaton mendeklarasikan dukungan untuk pasangan calon nomor 2 Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno.

Sesuai namanya, simpatisan Banteng Ketaton adalah bagian dari warga PDI Perjuangan Surabaya. Logonya pun kepala banteng. Keberadaan mereka di luar struktur partai.

Gerakan militansi ratusan simpatisan Banteng Ketaton sudah ada sejak tahun 1994. Mereka tersebar di seluruh wilayah Surabaya dan Jawa Timur, dengan latar belakang profesi.

Pada era-98, barisan tersebut berada didalam satu komando dalam Posko Pandegiling Surabaya. Banteng Ketaton lebih banyak berada dan mengabdi kepada masyarakat Surabaya.

Kegiatan-kegiatan yang difokuskan kepada warga Surabaya sebagai Wong Cilik, beridelogikan Pancasila dan Tri Sakti Bung Karno membuat para anggotanya lebih banyak bekerja dalam kesunyian.

Andreas Widodo, Ketua Deklarasi Banteng Ketaton, menegaskan pengalihan dukungan kepada pasangan Maju karena kecewa kepada Eri Cahyadi yang bukan siapa-siapa bagi PDI Perjuangan.

”Target Banteng Ketaton Surabaya tidak muluk-muluk, hanya mengalihkan 40 persen suara PDI Perjungan Surabaya agar memilih pasangan MA dan Mujiaman,” kata Andreas.

Untuk mewujudkan misi tersebut, simpatisan Banteng Ketaton akan bergerilya ke seluruh wilayah Surabaya secara terus-menerus. Tujuannya untuk mengajak warga Surabaya memilih MA dan Mujiaman.

”Kami tahu banyak struktural partai yang juga sakit hati. Tapi mereka tidak berani terang-terangan karena takut ancaman pecat dari DPP PDI Perjuangan,” ucap Andreas.

Sementara itu, Sunardi, penggagas Banteng Ketaton Surabaya, menyatakan deklarasi dukungan untuk Machfud Arifin dilakukan di Jalan Raya Pandegiling memiliki tujuan tertentu.

Sebab, daerah itu dikenal sebagai basis PDI Perjuangan. ”Kami, Banteng Ketaton Surabaya akan menunjukkan ke publik, bahwa masyarakat atau warga PDI Perjuangan Surabaya ternyata ada yang melawan dan tidak setuju dengan Eri dan Armuji,” tegas Gus Nar, sapaan Sunardi.

Deklarasi Banteng Ketaton menjadi penolakan terbuka kesekian kader PDI Perjuangan atas penunjukan Eri Cahyadi-Armuji sebagai pasangan calon wali kota dan wakil kota Surabaya.

Sebelumnya, Mat Muchtar, kader senior PDI Perjuangan Surabaya, secara terbuka mengalihkan dukungannya kepada Machfud Arifin-Mujiaman.

Peringatan Mat Muchtar bahwa PDI Perjuangan akan ditinggalkan karena tidak memilih kader asli kini mulai menjadi kenyataan. Sejumlah baliho paslon 01, tidak ada lagi foto Armuji. Hanya ada foto Eri Cahyadi dan Tri Rismaharini.(ifw/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar