Banten (beritajatim.com) – Menko Polhukam sekaligus Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD menghadiri, halaqah Kebangsaan bersama ulama se Provinsi Banten di Perguruan Islam Malnu Pusat Menes, Pandeglang.
Kedatangan Mahfud disambut oleh Pimpinan Perguruan Malnu KH. Tb Hamdi Ma’ani dan mantan Gubernur Banten Rano Karno. Ratusan santri dan jama’ah juga menyambut tokoh yang dikenal dengan integritasnya ini.
Dalam orasi kebangsaannya, Mahfud menekankan pentingnya peran pesantren diperkuat dalam pembangunan bangsa.
Baca Juga: 3.114 Lowongan Kerja di Pabrik Sampoerna Blitar, Berikut Syarat dan Posisi yang Dibutuhkan
“Alhamdulillah kita pastikan bahwa pesantren akan diberi tempat yang proporsional sesuai dengan peran dan fungsinya bagi pembangunan Bangsa,” kata Mahfud, Jumat (11/12/2023).
Selain ke Pondok Pesantren Mathla’ul Anwar Linahdlatil Ulama (Malnu) Menes, hari ini Mahfud juga berkunjung ke sentra UMKM perajin emping di Kabupaten Lebak dan menjadi Kahtib sekaligus imam sholat Jumat, di Pondok Pesantren Mathlaul Anwar Linahdlatil Ulama (Malnu), Banten.
Dia akan berusaha meneruskan kemajuan pesantren dengan program-program yang telah dibuat Pemerintah. Salah satunya bantuan subsidi untuk lembaga pendidikan Islam. Seperti bantuan gedung, labolatorium dan sebagainya. Sehingga, alumni-alumni pesantren siap meraih karir di berbagai bidang, di pemerintahan, sosial, politik, keagamaan dan sebagainya.
Baca Juga: Anggota DPRD Jatim Ufiq Zuroida Salurkan Alsintan ke Gapoktan Lamongan
Dikatakan, sudah banyak perubahan pada pesantren. Lulusan pesantren kini sudah banyak tersebar sebagai pejabat di kementerian dan berbagai lembaga Pemerintahan. Padahal dulu santri dipandang sebelah mata.
“Dulu pesantren dianggap kumuh, paling jadi guru madrasah, Kementerian Agama. Sekarang di Kementerian Luar Negeri, dan di manapun sudah banyak,” tegasnya.
Mahfud mengaku kedatangan dirinya ke Pandeglang untuk menyampaikan pesan persaudaraan. Sebab, semua umat wajib dapat perlindungan yang sama berdasarkan konstitusi.
Pesan ini harus terus didengungkan jelang Pemilu 2024. Dia pun mengajak umat Islam agar merawat demokrasi. Dia tak ingin secara langsung mengajak memilih Capres-Cawapres tertentu. Termasuk dirinya.
“Saya tidak akan menyarankan, menyuruh, pilih siapa. Saudara nilai semua calon yang ada. Memang kebetulan saya menjadi salah satu calon. Silakan bandingkan, kalau enggak ya sudah nggak apa-apa,” tutur Mahfud amat bijak.
Baca Juga: Duet Capres Ganjar Pranowo-Cawapres Mahfud MD, Pasangan Siap Membabat Habis KKN
Ditegaskan, sesuai dengan fiqih politik negara, rakyat harus memilih wakil dan pemimpin yang bisa dipercaya. Pilihan rakyat jangan karena ada tekanan.
“Jangan karena ditekan oleh Koramil, Polres, Kodim. Kalau ditekan iya-iya aja tapi pas nyoblos, nyoblos yang bisa dipercaya. Boleh saya bicara begitu? Boleh karena ini adalah masa kampanye. Tapi saya kampanye tentang kejujuran bukan mengkampanyekan tentang diri saya,” tegasnya.
Pengasuh Ponpes Malnu Menes KH Tb Hamdi Maani bersyukur Mahfud MD datang ke pesantrennya. Tb Hamdi menegaskan, Mahfud datang ke Malnu karena memang warga NU. Menes sekalipun kota kecil, tetapi pernah menjadi tempat Muktamar NU ke-13.
“Bersilaturahmi ke Malnu sekaligus napak tilas. Mengikuti jejak gurunya petinggi NU. Pak Mahfud sirami warga kami wawasan kebangsaan supaya betul-betul menjaga NKRI. Sejarah mengatakan Indonesia tidak akan merdeka kalau tidak ada ulama,” pintanya. (hen/ian)






