Gresik (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik menargetkan partisipasi pemilih meningkat menjelang pemilu 2024. Untuk melakukan hal itu, lembaga penyelenggara pemilu itu menggelar bimbingan teknis kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Serta rekruitmen Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
Peningkatan partisipasi pemilih menjadi salah satu target yang dipatok KPU Gresik. Sehingga, diperlukan kesiapan para petugas dalam menggalakkan sosialisasi kepada masyarakat.
“PPK wajib memanfaatkan seluruh sumber daya mengenai pelaksanaan Pemilu. Terutama memberi informasi yang aktual dan faktual,” ujar Komisioner KPU Gresik Divisi Sosialisasi dan SDM Makmun, Minggu (10/12/2023).
Salah satu cara yang digunakan yakni memposting informasi melalui media sosial seluruh PPS. Postingan yang berkaitan dengan tahapan pemilu, rekruitmen, hingga informasi resmi dari KPU Pusat.
“Itu kami lakukan agar tidak termakan berita hoax yang banyak menyasar para pengguna media sosial pada saat momentum politik,” ujar Makmun.
Ia menambahkan, yang tidak kalah penting yakni meningkatkan pendidikan politik terhadap pemilih dari generasi millenial. KPU mencatat terdapat 13.401 pemilih pemula daru 96.992 jumlah pemilih tetap (DPT).
“Tidak hanya melalui forum formal. Namun juga memanfaatkan sosialisasi yang berhubungan dengan kegiatan sosial masyarakat,” imbuhnya.
Sementara Ketua KPU Gresik Ahmad Roni menyatakan lembaganya tengah menyiapkan rekruitmen bagi KPPS yang akan berlangsung pada 11 hingga 15 Desember mendatang.
“Bisa mendaftar diri di kantor sekretariat PPS di masing-masing desa maupun kelurahan,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Toko Sembako dan Warung Kopi di Gresik Terbakar
Sesuai regulasinya, KPU membutuhkan KPPS 25.690 orang. Mereka akan tersebar di 3.670 tempat pemungutan suara di 356 desa.
“Nantinya masing-masing TPS terdapat 7 personil KPPS. Tugas utama yakni memastikan masa pemungutan suara berjalan lancar dan kondusif,” pungkasnya. [dny/but]






