Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Kantongi Data Gambar Van Der Wijck, Tim Eksplorasi Ungkap Target ke Depan

Lamongan (beritajatim.com) – Eksplorasi yang dilakukan oleh Tim Arkeolog BPCB Jatim terhadap bangkai kapal yang diduga kuat sebagai Van Der Wijck di perairan pantai Lamongan kini telah berhasil mengantongi sejumlah data gambar hasil dokumentasi terhadap bangkai kapal legendaris tersebut.

“Dalam eksplorasi kali ini, sedari awal target kami adalah memastikan titik lokasi tenggelamnya kapal, mencari bukti (foto dan video), lalu mengidentifikasi apakah kapal yang karam ini benar-benar Van Der Wijck atau bukan,” ujar Arkeolog BPCB Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho, saat memaparkan laporan survey arkeologi bawah air Kapal Van Der Wijck, di Lantai 3, Gedung Pemkab Lamongan, Kamis (21/10/2021).

Lebih lanjut, Wicaksono menyebutkan, eksplorasi yang dilakukan sejak bulan Juni lalu itu melibatkan beberapa pihak, di antaranya BPCB Jatim, Pemkab Lamongan, Polairud Polres Lamongan, POSSI, Rukun Nelayan (RN) Blimbing Paciran, dan Nelayan Tradisional Brondong.

Setelah dilakukan eksplorasi pada bulan Oktober ini, Wicaksono menjelaskan, bahwa ke depan ada beberapa target yang ingin direalisasikan oleh BPCB Jatim bersama Pemkab Lamongan, utamanya mengenai data gambar dan data manifest kapal, kemudian mengkontruksinya dan melaporkannya ke Dirjen Kebudayaan.

“Untuk ke depan, kami akan melakukan eksplorasi lagi, juga akan menggunakan drone bawah air, sehingga tidak mengandalkan SDM. Juga penggalian lebih mendalam terkait sejarah, arkeologis, dan adanya museum Van Der Wijck yang bisa dijadikan sebagai destinasi wisata dan display beberapa barang peninggalan dari kapal yang karam. Intinya, kami akan terus melakukan pengembangan dan pemanfaatan,” ungkap Wicaksono.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi sangat menyambut baik adanya hasil yang diperoleh dari survey arkeologi bawah air tersebut. Selain itu, pihaknya juga mendukung penuh terhadap pengembangan dan pemanfaatan kapal legendaris yang karam tahun 1936 silam ini.

“Tentu, Pemkab Lamongan sangat menyambut baik dan mendukung penuh eksplorasi ini. Mudah-mudahan ke depan bisa dijadikan sebagai destinasi wisata yang menarik. Karena Van Der Wijck ini bukan hanya aset Indonesia, tapi juga Dunia yang perlu diketahui dan diwariskan pengetahuannya kepada generasi penerus,” tutur Bupati YES, sapaan akrab Bupati Lamongan.

Dalam kesempatan yang sama, Staf Potensi Maritim Koarmada II, Letkol Laut Bagus Ariyanto mengatakan, eksplorasi terhadap Kapal Van Der Wijck ini adalah kegiatan yang istimewa. Menurutnya, meski selama ini kapal Van Der Wijck sulit untuk dilihat dan hanya bisa didengar cerita dan sejarahnya, namun gaungnya telah sampai ke dunia dan menjadi ikon dunia.

“Tentu kami akan bersama-sama menjaga dan melindungi kapal ini, karena juga berada di wilayah tugas pertahanan kami. Ke depan, ada beberapa poin dalam pembuktian Van Der wijck. Salah satunya, mungkin bisa melacak dan mengidentifikasi jika nantinya ditemukan nomor rangka kapal atau beberapa barang berharga lainnya,” kata Bagus.

Berdasarkan data yang dihimpun dari BPCB Jatim, Kapal yang karam ini memiliki panjang sekitar 125 meter dan lebar sekitar 20 meter. Serta diketahui berada di kedalaman sekitar 54 meter dari permukaan laut.

Jarak antara titik lokasi kapal ini dari bibir pantai sekitar 17 mil. Untuk mencapai titik lokasi tersebut diperlukan waktu kurang lebih 1 hingga 2,5 jam, tergantung kapal yang digunakan. Saat ini, di titik lokasi itu pihak BPCB telah menaruh bambu apung sebagai tanda keberadaan kapal Van Der Wijck.[riq/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar