Lamongan (beritajatim.com) – Kirab Bendera Pemilu 2024 digelar di Kabupaten Lamongan, Senin (12/9/2023). Secara simbolis, bendera pataka Pemilu 2024 itu diserahkan oleh Pemerintah Kabupaten Bone kepada Pemerintah Kabupaten Lamongan, di halaman Pendopo Lokatantra.
Momen kirab bendera pataka ini sebagai media edukasi kepada masyarakat Lamongan terkait pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu), yang akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024 mendatang.
“Kirab bendera Pemilu 2024 dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Bone kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Lamongan ini menandakan pesta demokrasi sudah dekat, tepatnya kurang 156 hari lagi,” kata Bupati Lamongan Yuhronur Efendi usai menerima bendera Pemilu 2024 dari jalur 7.
“Adapun tujuan utama diadakannya kirab bendera ini ialah sebagai media edukasi kepada masyarakat agar menggunakan hak pilihnya sesuai dengan azaz langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil,” tambahnya.
Sebagai wilayah terbesar secara administratif desa di Jawa Timur, Yuhronur menegaskan, Pemkab Lamongan akan terus mengkampanyekan Pemilu 2024 sebagai sarana integrasi bangsa, sesuai dengan tema yang diusung.
Melalui hal tersebut, Yuhronur berharap, Pemilu 2024 di Lamongan nantinya bisa terselenggara secara kondusif dan mampu terhindar dari konflik sosial.
“Menjadi daerah dengan desa terbanyak di Jawa Timur yakni dengan jumlah 462 desa dan 12 kelurahan menjadi tantangan tersendiri. Tantangan itu yakni untuk mewujudkan pemilu yang sukses dan tentunya kondusif,” terangnya.
Selain Bendera Pemilu 2024, dalam kirab kali ini juga diikuti oleh 18 partai politik peserta Pemilu di Lamongan. Usai secara resmi diterima oleh Bupati Lamongan, rencananya bendera tersebut akan dilanjutkan kirabnya ke 5 dapil se-Lamongan yang telah ditetapkan di Kabupaten Lamongan selama 7 hari.[riq/kun]
BACA JUGA: HUT Ke-78 TNI, Linmas Se-Lamongan Ikuti Lomba PBB






