Politik Pemerintahan

Gubernur Khofifah Lantik 17 Kepala Daerah, Bupati Trenggalek Pertama

Trenggalek (beritajatim.com) -H. Muchamad Nur Arifin dan wakilnya Syah Muhammad Natanegara menjadi pasangan bupati terpilih pertama yang dilantik Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Jumat (26/2/2021).

Ada tiga sesi dalam pelantikan pasangan kepala daerah terpilih kali ini. Kepala daerah Trenggalek menjadi pasangan yang dilantik pertama di sesi 1 pelantikan.

Satu sesi pelantikan terdiri 6 pasangan kepala daerah yang dilantik. Sedangkan untuk sesi tiga hanya 5 kepala daerah saja.

Kabupaten Trenggalek sendiri bersamaan dengan Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Ngawi.

Sedangkan untuk sesi 2 ada Kota Blitar, Kota Pasuruan, Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Mojokerto.

Untuk Sesi 3 Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Gresik.

Totalnya ada 17 kepala daerah yang dilantik pagi itu dari total 19 kepala daerah terpilih dalam Pilkada serentak 9 Desember 2020. Ada 2 kepala daaerah yang tidak dilantik secara bersamaan, mengingat masa jabatan bupati saat ini masih belum berakhir.

Usai dilantik, Bupati Arifin kepada media ini menuturkan kesiapannya menjalankan amanah konstitusi. “Bupati yang terpilih dalam Pilkada yang lalu harus dilantik, tentunya kita jalani,” tuturnya.

Tentunya terima kasih lanjut pria yang akrab disapa Gus Ipin itu, “kepada Pemerintah Provinsi, Mendagri dan Pak Presiden yang melantik kami secara langsung,” imbuhnya.

Meskipun dibagi menjadi 3 gelombang, bisa dilantik langsung tentunya protokol kesehatan, keluarga harus 1 orang yang hadir. Sisanya undangan diberi kesempatan secara virtual atau secara hybrid, sehingga tidak terjadi kerumunan, tandasnya.

 

Program Strategis Bupati Arifin Usai Dilantik

Bupati Trenggalek, Muchamad Nur Arifin membeberkan program strategisnya usai dilantik di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Program strategis yang akan dijalankan utamanya beberapa program yang diusung selama kampanye. “Tentunya beberapa program yang sudah kita sampaikan selama kampanye, seperti 5.000 pengusaha perempuan,” tutur bupati yang erat disapa Gus Ipin itu.

Melanjutkan wawancara dengan para awak media, Bupati Arifin menambahkan. “Kemudian melanjutkan tentang Adipura Desa yang nantinya meningkat menjadi digitalisasi desa wisata, hingga kita berharap terwujudnya satu ekosistem yang green ekonomi,” lanjutnya.

Kemudian di sisi pertanian, ada usaha milik petanian yang memproduksi pupuknya sendiri. Sedangkan di Sektor Perikanan, kita memantabkan sistem lelang ikan secara online.

Kelangkaan pupuk menjadi isu pelik disaat musim tanam tak luput dari pantuan, politisi muda ini. Dengan kemampuan membuat pupuk sendiri, diharapkan permasalahan kelangkaan pupuk dapat tereratasi.

Selain itu dengan pupuk buatan sendiri diharapkan dapat meminimalisir biaya produksi sehingga petani dapat merasakan kesejahteraan dari hasil bercocok tanamnya.

Anjloknya harga ikan di setiap musim panen ikan juga menjadi perhatian suami Novita Hardini Mochamad. Diharapkan dengan lelang online harga ikan tidak anjlok karena permainan dagang.

Sedangkan di sektor budidaya, pemerintahan muda ini akan lebih menggali bagaimana nanti sistem budidaya ramah lingkungan.

Terakhir Bupati Trenggalek ini menandaskan tentang ketangguhan ekonomi secara keseluruhan dimasa Covid 19. “Saya sih berharap tidak akan lagi ada macam-macam pembatasan. Yang ada pembatasan kedisiplinan protokol kesehatan di setiap tempat di setiap waktu.”

“Pokoknya Covid ini bisa terus terkendali tanpa kita melaksanakan PSBB, PPKM dan pembatasan-pembataaan lainnya,” tutupnya. [nm/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar