Ngawi (beritajatim.com) – DPUPR Ngawi mengajak masyarakat di 21 desa yang sawahnya teraliri Waduk Pondok untuk bersyukur pada Minggu (19/3/2023). Syukur itu diwujudkan dengan memberikan bentuk sedekah pada 4 desa yang ada di sekitar hulu Waduk Pondok yakni Desa Suruh, Kenongorejo, Gandong, Dero, dan Dampit Kecamatan Bringin yang masyarakatnya berperan penting dalam menjaga sumber air Waduk Pondok.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Ngawi Muhammad Sadli mengatakan, selain memberikan wujud syukur, syukuran iru juga dilakukan dalam rangka menyambut Hari Air pada tanggal 23 Maret mendatang. “Kami selaku insan PUPR menggelar kegiatan bertajuk Gebyar Semesta. Ada beberapa rangkaian acara, puncaknya adalah memberikan Seserahan Agung pada warga yang bermukim di hulu Waduk Pondok,” kata Sadli usai acara.
[berita-terkait number=”4″ tag=”sedekah-bumi”]
Dia menjelaskan Waduk Pondok memiliki kapasitas hingga 28 juta meter kubik. Pun, mengaliri irigasi di 21 desa dengan total lahan sawah yang dialiri seluas 3.450 hektar.

“Karenanya kami mengajak masyarakat untuk mensyukuri betapa sumber air dari Waduk Pondok ini memberikan penghidupan bagi masyarakat di 21 desa. Berikut, warga di sekitar hulu juga menjaga sumbernya dengan baik,” katanya.
Sadli menjelaskan acara itu bakal digelar tiap tahunnya. Pun, selain pemberian Seserahan Agung ada pula acara yang tak kalah menarik yakni lomba perahu dayung yang turut digelar.
Diketahui, Bendungan Pondok atau Waduk Pondok terletak di Desa Dero Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi. Panorama hamparan air dan perbukitan jadi daya tarik bagi Waduk Pondok. Tak hanya itu,siapa saja bisa memancing di bendungan berkapasitas maksimal 29 juta meter kubik.
Di Waduk Pondok juga ada rumah makan yang unik yakni Rumah Makan Pelangi. Dalam rumah makan itu ada sajian olahan ikan air tawar seperti nila dan gurami. Ada salah satu tempat makan yang mengapung di atas waduk. Tepat tahun 2020 lalu Pemkab Ngawi meresmikan Waduk Pondok untuk jadi lokasi wisata sekaligus ikon Kabupaten Ngawi di area Ngawi Timur. (fiq/kun)






