Politik Pemerintahan

DPRD Magetan Panggil DPUPR, Ungkap Sebab Proyek Gedung Literasi Minus 

DPRD Magetan saat sidak pengerjaan Gedung Literasi Magetan yang dilaporkan minus 36,31 persen.
DPRD Magetan saat sidak pengerjaan Gedung Literasi Magetan yang dilaporkan minus 36,31 persen.

Magetan (beritajatim.com) – Komisi D DPRD Magetan memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) pasca sidak ke proyek Gedung Literasi Tahap III di Kelurahan/Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan.

Mulai satuan kerja penyelenggara sampai pelaksana proyek bernilai kontrak Rp2,4 miliar itu diajak duduk bersama di ruang Banmus, gedung parlemen setempat, Rabu (20/9/2023)

Mulai Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Magatan selaku penyelenggara dan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ), hingga konsultan pengawas dan direktur pelaksana CV Tumpu Harapan.

Kurang dari satu jam, rapat dengar pendapat (RDP) yang dipkmpin Ketua Komisi D Suyatno dan didampingi anggota Parni Hadi dan Muhyar itu usai. Terungkap, ternyata faktor utama yang membuat proyek Gedung Literasi jadi minus karena nilai kontrak yang selisi 20 persen dari nilai harga perkiraan sendiri (HPS) paket.

Baca Juga: Sandar di Pelabuhan Gresik, Kapal RS Laksamana Malahayati Lakukan Pengobatan Gratis

“Betul, penyebab utamanya akibat turunnya nilai penawaran pekerjaan 20 persen itu ya. Akibatnya kontrakror membayar pekerja di bawah standar. Makanya pekerja kerap berganti orang akibat upah kurang dari standar tadi,” kata Suyatno.

Tidak hanya upah pekerja yang rendah, nilai kontrak yang tinggal Rp2,4 itu mempengaruhi ketersediaan material juga. Terutama pada pengadaan baja rangka atap.

“Dalam RDP tadi, CV Tumpu Harapan, selaku pelaksana proyek mengaku masih sanggup terus mengerjakan dengan sanksi apa pun. Dengan konsekuensi denda sekalipun,” ungkapnya.

Baca Juga: DPRD Magetan Sidak Bangunan Gedung Literasi: Mustahil Selesai 10 Hari 

Namun komisi D DPRD Magetan masih meminta Dinas PUPR untuk menghadirkan Direktur Utama CV Tumpu Harapan. Untuk membahas kesanggupan menyelesaikan proyek gedung literasi itu.

“Kami akan tanyakan lebih lanjut kepada direkturnya yang hari ini tidak hadir soal keseriusannya sangup melanjutkan atau tidak. Bila tidak pemenang tender kedua yang melanjutkan,” imbuhnya.

Bila sangup, pihaknya, bakal juga akan melihat kekuatan keuangan CV asal Kulon Progo Yogyakarta itu untuk melanjutkan. Mulai dari jumlah pekerja, material yang disediakan hingga upah para pekerja.

“Bila tetap sama saja baiknya putus kontrak dan diteruskan oleh pemenang tender kedua,” pungkasnya.

Baca Juga: Turunan Jalan Lama Sarangan Magetan Tak Rekomended untuk Jalur Wisata 

Diketahui, Ketua DPRD Magetan Sujatno bersama jajaran Komisi D menyidak proyek pembangunan Gedung Literasi Tahap III pada Selasa (19/9/2023). Proyek yang terletak di Kelurahan/Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan itu dilaporkan minus 36,31 persen per Jumat (15/9/2023).

Legislator PDIP itu turun dari mobil dan langsung menuju proyek pembangunan Gedung Literasi Tahap III yang katanya fokus utama untuk membangun pagar, meski pada praktiknya fokus pembangunan untuk asrama. Letaknya di belakang atau di sebelah barat gedung utama Graha Pusat Literasi itu.

Hanya ada beberapa pekerja di lokasi proyek fisik tersebut. Meski tak memeriksa langsung bagian proyek bangunan yang sudah berdiri, Sujatno langsung tahu jika proyek itu mustahil selesai pada 27 September 2023 ini.

“Saya kira mustahil pengerjaan Gedung Literasi ini diselesaikan dengan capaian progres yang baru 55 persen. Sementara waktu tersisa tinggal 10 hari lagi,” kata Sujatno usai sidak, Selasa (19/09/2023).

Pihaknya melalui Komisi D bakal mengundang kontraktor proyek yakni CV Tumpu Harapan, pengawas proyek yakni CV Vertikal Tehnik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan hingga Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdakab Magetan untuk memberikan keterangan terkait leletnya proyek tersebut.

Baca Juga: KPK: Pencekalan 4 Pimpinan DPRD Jatim Tak Diperpanjang, Belum Ada Sprindik Baru

“Jika sesuai dengan pembahasan komisi D dengan PUPR pada RDP sebelumya, fokus pekerjaan bukan pada pembangunan gedung tetapi pagar karena berbatasan dengan kandang ayam petelur. Namun prakteknya malah membuat gedung ya. Makanya ini perlu kami pertanyakan,” pungkas Sujatno.

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen Rohkmat Zainuddin, sekaligus Kabid Cipta Karya DPUPR Magetan mengatakan bahwa pihaknya sudah berkali-kali melakukan monitoring dan evaluasi. Baik secara resmi dan tak resmi.

“Untuk show cause meeting, kami juga sudah laksanakan. Kami punya grup chat untuk memantau pembangunan Gedung Literasi ini. Ada beberapa hal teknis yang saya tidak bisa sampaikan ke khalayak umum. Namun, kami monev terus,” kata Rohkmat.

Menurutnya, kontraktor sudah menyadari soal keterlambatan pembangunan itu. Namun, sayangnya respons mereka tidak greget.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Singgung Profesi Wartawan, Najwa Shihab: Jurnalis Profesi Membanggakan Loh

“Mereka responsif ya, tetapi menurut kami kurang greget. Contohnya setelah kita lakukan teguran pertama atau SP 1 jumlah pekerja juga seperti sebelumya, matrial juga seperti sebelumya,” imbuhnya.

Terakhir PUPR akan melalui tahapan tahapan dan mekanisme sesuau dengan aturan yang berlaku. Mulai perpanjangan 50 hari kedepan dengan konsekuensi denda berjalan.

“Bila perpanjangan 50 hari tetap sama kita akan berikan teguran kedua hingga ketiga, baru bila tidak sanggup lagi kami akan putus kontrak,” pungkasnya. [fiq/ian]


Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks



Apa Reaksi Anda?

Komentar