Politik Pemerintahan

Disnaker Malang Siap Bantu Pendaftar Kartu Pra Kerja Secara Online

Malang (beritajatim.com) – Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang siap membantu dan mendampingi dalam kepengurusan kartu Pra-Kerja bagi pekerja yang kesulitan dalam melakukan pendaftaran secara online.

Kepala Disnaker Pemkab Malang, Yoyok Wardoyo mengatakan, saat ini Disnaker telah menyiapkan satu tenaga untuk membantu para pekerja yang telah dirumahkan atau di Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat adanya Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) atau virus Corona.

“Saat ini kami hanya menghimpun saja, satu tenaga sudah kami siapkan untuk membantu pendaftaran kartu Pra-Kerja dari Mentri Tenaga Kerja (Menaker),” ucapnya, Senin (13/4/2020).

Menurut Yoyok, dirinya hanya bertugas untuk memberikan pendampingan bagi para pekerja yang dirumahkan atau di PHK yang kesusahan dalam mendaftarkan diri secara online ke www.prakerja.go.id. “Disnaker hanya melakukan pendampingan kepengurusan kartu Pra-Kerja. Mungkin mereka kesusahan atau terkendala jaringan internetnya karena lokasi rumahnya di pegunungan dan sebagainya,” ulasnya.

Yoyok melanjutkan, pekerja yang mendapat kartu Pra-Kerja akan mendapat dana intensif 3.500.000 selama masa pandemi korona ini. “Rp 3.550.000 per orang nanti. rinciannya adalah bantuan pelatihan sebesar Rp 1 juta, insentif penuntasan pelatihan sebesar Rp 600.000 selama empat bulan, dan insentif sebesar Rp 150.000,” terangnya.

Yoyok menambahkan, meski sudah dibantu pengurusannya, tidak semua pekerja akan mendapat kartu pra kerja. “Karena itu nantinya yang menentukan pusat. Kami pun tidak tahu porsinya berapa. Itu semua yang menentukan Kemenaker,” pungkasnya.

Sebagai informasi, saat ini tercatat ada 1655 pekerja yang dipulangkan atau bekerja secara shift dan pekerja yang di-PHK akibat adanya Pandemi Covid-19.

Jumlah pekerja tersebut tersebar di 15 perusahaan yang ada di Kabupaten Malang. Dari 15 Perusahaan tersebut, ada 3 perusahaan yang telah melakukan PHK sebanyak 59 pekerja, lantaran adanya dampak dari seretnya ekonomi di Pandemi Covid-19. (yog/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar