Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Diduga Memproduksi Video Porno, Cakades di Probolinggo Dilaporkan Polisi

Tangkapan layar adegan di video mesum yang diduga diperankan oleh pelajar Tuban.

Probolinggo (beritajatim.com) – Diduga memproduksi sekaligus berperan dalam video berkonten pornografi, seorang oknum calon kepala desa (Cakades) di Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo berinisial S, dilaporkan ke Polisi oleh aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) setempat.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Rachmad Ridho membenarkan adanya laporan tersebut, ia mengatakan pihaknya mendapatkan laporan pada Kamis (30/12/2021).

“Untuk laporan terkait pornografi ada baru masuk kamis kemarin,” katanya, Jum’at (31/12/2021).

Namun, pihaknya masih akan melakukan penyelidikan terkait laporan tersebut.

“Belum bisa komentar lebih jauh karena kita masih belum melakukan penyelidikan,” ujarnya.

Ia mengaku sampai saat ini pihaknya masih belum melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi-saksi yang lain.

“Kemarin dari lembaganya itu sudah kita periksa sebagai pelapor, untuk korbannya belum kita lakukan pemeriksaan, karena kemarin kan hanya pelapornya saja yang datang,” tegasnya.

Sementara itu, Musthofa, Kuasa Khusus dari oknum kepala desa (Cakades) yang berinisial S mengatakan, membantah bahwa kliennya itu telah memproduksi dan berperan dalam pembuatan video yang berkonten prognografi.

“Ini masih sumir dan prematur, untuk menjustifikasi klien saya telah membuat atau memproduksi video porno, dimana memproduksinya, dalam bentuk apa produksi video porno tersebut,” katanya.

Ia mempertanyakan dari mana pelapor mendapatkan video yang diduga berkonten pornografi tersebut.

“Justru saya mempertanyakan, pelapor itu dapat dari mana video tersebut, dan mengcopy atau menyalin dalam bentuk flashdisk sudah masuk dalam kategori memperbanyak konten yang dianggap video porno tersebut,” ujarnya.

Musthofa menduga dalam pelaporan ini, pelapor ingin menjatuhkan kliennya sebagai calon kepala desa (Cakades).

“Ini ada indikasi kuat persaingan tidak sehat pada kontestasi Pilkades, buktinya pelapor meminta panitia Pilkades di semua tingkatan untuk menganulir klien saya sebagai cakades, ini amat sangat berlebihan, ini sudah mengarah kepada ujaran kebencian dan fitnah kepada klien saya,” pungkasnya. (tr/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar