Politik Pemerintahan

Di Depan Istri Wali Kota Se-Indonesia, Widayati Kenalkan Inovasi Unggulan PKK Kota Malang

Ketua TP PKK Kota Malang, Widayati Sutiaji (oranye)

Malang(beritajatim.com) – Ketua TP PKK Kota Malang, Widayati Sutiaji memaparkan beberapa program kinerja unggulan yang menjadi inovasi TP PKK Kota Malang utamanya dalam rangka penurunan angka stunting. Dia menjadi salah satu narasumber pada acara sarasehan Istri Wali Kota se Indonesia, di Jambi.

Program unggulan yang dipamerkan adalah Urban Farming, Gerbudbute, dan Sam Gepunbasa menjadi inovasi yang telah sukses dilaksanakan dengan menggandeng perbankan dan pihak swasta. Widayati juga memperkenalkan potensi Kota Malang kepada para istri Wali Kota yang hadir.

“Sebuah kebanggaan bagi kami karena telah diberi kesempatan untuk mengenalkan Kota Malang sekaligus memaparkan inovasi – inovasi PKK Kota Malang pada sharing session di event ini,” ujar Widayati.

Ia juga mengatakan bahwa PKK Kota Malang akan terus berkolaborasi dengan seluruh stakeholder yang ada dalam rangka mendukung suksesnya pembangunan di Kota Malang.

“Sejauh ini, kami sangat bersyukur bahwa melalui program Urban Farming, Gerbudbute dan Sam Gepunbasa bukan saja mampu menurunkan angka stunting menjadi 8,67 persen per bulan Oktober 2022 namun juga mampu meningkatkan ketahanan pangan di Kota Malang,” tuturnya.

Acara yang digelar selama 3 hari di Hotel BW Luxury Jambi tersebut, dihadiri oleh seluruh istri Walikota se Indonesia dan diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), bermitra bersama Pemerintah Kota Jambi sebagai tuan rumah penyelenggaraan event nasional tersebut.

Latar belakang penyelenggaraan Sarasehan para istri Wali Kota se-Indonesia adalah karena para istri Wali Kota memiliki peran strategis sebagai mitra (support system) utama bagi para pemimpin di tingkat kota atau daerah masing-masing.

Diharapkan melalui forum dialog ini, peningkatan kapasitas, dan berbagi pengalaman dari berbagai daerah, isu-isu penting dan strategis, dapat diangkat dan dibagi secara luas ke seluruh daerah, seperti kiat sukses penguatan peran istri Wali Kota, penguatan kelembagaan pemberdayaan perempuan dan keluarga, pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif.

Sementara itu, Wali Kota Jambi, Syarif Fasha ungkapkan bahwa penyelenggaraan pertemuan kepala daerah biasa dilaksanakan selama ini, namun khusus istri kepala daerah, baru pertama kalinya diinisiasi oleh APEKSI.

“Selama ini para istri kepala daerah hanya turut mendampingi kegiatan pertemuan para suaminya. Kami di APEKSI melihat, peran para istri tidak kalah pentingnya, baik dalam mendukung peran suami dalam menjalankan pemerintahan di daerah, maupun peran strategis dalam mendorong dan mensupport upaya percepatan program pembangunan di daerah masing-masing,” ujarnya.

“Ini yang selama ini mungkin belum dioptimalkan dengan baik. Melalui sarasehan ini, kita akan explore pemikiran para istri Wali Kota di Indonesia,” tambah Fasha yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas APEKSI. (luc/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar