Politik Pemerintahan

Bupati Jember: Takut Divaksin, Warga Kaliglagah Banyak yang Tutup Pintu

Bupati Jember Hendy Siswanto

Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, kesulitan melakukan penelusuran kontak (contact tracing) dan vaksin terhadap warga di Desa Kaliglagah, Kecamatan Sumberbaru, Kamis (22/7/2021).

“Warga masih takut dengan vaksin. Ini pekerjaan rumah kita semua. Target yang mau divaksin 300 orang, ternyata banyak yang tutup pintu. Tidak mau keluar, takut divaksin. Padahal vaksin ini penting untuk perlindungan diri,” kata Bupati Hendy Siswanto.

Hanya 30 orang yang mau datang untuk divaksin. Sementara dari target uji antigen terhadap 50 orang, hanya terpenuhi 25 orang. “Kami tunggu sampai siang, tidak ada yang datang. Kami juga membagikan 1.300 sembako di 10 desa dan seribu masker,” kata Hendy.

Hendy mengatakan, penyadaran warga menjadi pekerjaan rumah semua orang, termasuk kepala desa, pengurus rukun tetangga, pengurus rukun warga, kader posyandu, dan organisasi masyarakat seperti NU, Muhammadiyah, dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia. “Saya mengimbau banyak, tolong pemerintah untuk memberi pengertian bahwa vaksin menaikkan imun,” katanya.

“Saya sampaikan kepada Pak Kepala Desa. Kalau mau vaksin gratis, silakan dikumpulkan, kami akan datang. Tidak perlu datang ke kota. Kami juga berharap di desa-desa lainnya,” kata Hendy.

“PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang kami terapkan adalah PPKM skala mikro berbasis RT-RW. Setiap RT dan RW lewat koordinasi dengan camat dan kades melakukan tracing (penelusuran) di wilayahnya, apabila ditemukan warga yang positif Covid. Pak RT akan menjaga dan melakukan klaster, dan gugus tugas akan membantu sembako di situ,” kata Hendy.

Kedatangan Hendy ke Kaliglagah kemarin tak lepas dari laporan warga soal pandemi di sana. “Ada kiai saya di sana, berasal dari Madura, Kiai Sofi meninggal dunia. Sekarang ada kiai saya, Kiai Syukron, sakit juga dirawat di Lumajang. Dia meminta: tolong warga saya, tolong warga saya,” katanya

Sebelumnya, Sulton Kuswandi, Kepala Urusan Keamanan Desa Kaliglagah, yang tengah dirawat di rumah sakit menyempatkan diri mengirimkan pesan suara yang berisi permintaan bantuan kepada Bupati Jember Hendy Siswanto.

Hendy meminta warga agar tak lepas masker. “Maskernya saja pakai dulu. Usahakan jangan lepas dari masker. Nanti teman-teman kepala desa akan memberikan edukasi kepada masyarakat,” katanya. [wir/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar