Politik Pemerintahan

Bupati Ingin Pindahkan Lokasi Pusat Pemerintahan Jember

Bupati Hendy Siswanto. [foto: Humas Unej]

Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto ingin memindahkan lokasi kota baru Kabupaten Jember, Jawa Timur. Gedung Pemerintah Kabupaten dan DPRD Jember akan dijadikan satu lokasi.

“Jember kan belum punya wajah yang betul-betul bisa dinikmati oleh orang luar. Tujuan kita kan menarik wisatawan, dan seperti di alun-alun ada car free day, teman-teman menyampaikan aspirasinya. Begitu teman-teman menyampaikan aspirasi, macet jalan,” kata Hendy, Jumat (12/3/2021).

Ada lokasi baru seluas 50 hektare untuk pusat kota baru Jember. “Belum saya cek,” kata Hendy. Nantinya, Hendy akan memindahkan kantor Pemkab Jember, Pendapa Wahyawibawagraha, dan gedung DPRD Jember. “Pindah juga gedung DPRD. Jangan di situ. Kumpul sama kampus, gimana itu nanti. Anak-anak kampus semua kan belajar. Belajar demonya entar. Belajar ilmunya dulu. Ngunu lo, Bos,” katanya menjawab pertanyaan wartawan.

Wacana pemindahan lokasi pusat pemerintahan ini dilontarkan pertama kali di hadapan Gubernur Khofifah Indar Parawansa, saat serah terima jabatan di gedung DPRD Jember, Selasa (2/3/2021). Pernyataan itu kemudian dipertajam saat dialog publik yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jember di gedung parlemen juga, dua hari kemudian.

“Mohon izin, kami tahun ini mendesain mau untuk memindahkan pemerintahan kota Jember termasuk gedung DPRD. Kita bukan langsung desain, tapi diskusi dulu. Buat KAK (Kerangka Acuan Kerja) dulu. Kalau cocok, lanjutkan lewat desain, dengan perencanaan. Jangan sampai pindah gedung, tidak ada yang mau,” kata Hendy, saat dialog publik, Kamis (4/3/2021).

Namun Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi berpendapat, pemindahan lokasi tidak diperlukan saat ini. “Harus dipikirkan secara matang, kajian yang mendalam. Dampak lingkungan, dampak kondusivitas pemerintahan, semua harus dipikirkan. Kemampuan keuangan daerah juga harus dipikirkan secara matang. Artinya untuk saat ini, terus terang, DPRD tidak pernah berpikir sejauh itu,” katanya.

Menurut Itqon, masih banyak program prioritas lainnya. “Apalagi sekarang kondisi Covid. Pendapatan asli daerah kita pasti turun. Saya kira akan jauh lebih bermanfaat jika anggaran dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Jember, terutama yang terdampak langsung pandemi Covid. Saya kira masih jauhlah. Untuk saat ini belum,” katanya.

Itqon khawatir, rencana ini justru dinilai masyarakat Jember sebagai rencana yang kurang berpihak terhadap kepentingan rakyat. “Gedung DPRD ini memang butuh renovasi yang cukup banyak. Tapi masih bisa diperbaiki. Tidak tahu lagi kalau bupati punya terobosan, melalui hasil kajian. juga akses anggaran dari pemerintah pusat, ya kami serahkan kepada bupati,” katanya.

Itqon mengingatkan bupati agar mencermati postur anggaran yang rasional. “Saya khawatir niat baik Pak Hendy jangan sampai mengorbankan aspek lain yang bersentuhan dengan masyarakat. Maka itu pastikan dulu belanja pegawai, belanja rutin, belanja mengikat, berapa persen untuk kesehatan, untuk pendidikan. Itu kan ada normanya. Pastikan dulu, baru ada ruang fiskal berapa,” katanya. [wir/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim Foto

Air Terjun Telunjuk Raung

Foto-foto Longsor di Ngetos Nganjuk