Blitar (beritajatim.com) – Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota dan Kabupaten Blitar menggelar ziarah nasional di Makam Bung Karno, Kamis (17/08/23). Wali Kota Blitar Santoso nampak hadir bersama sang wakil, Tjutjuk Sunario. Sementara itu Bupati Blitar, Rini Syarifah hadir sendiri tanpa ditemani sang wakil, Rahmat Santoso.
Hal itu pun menjadi tanda tanya. Padahal hingga saat ini Rahmat Santoso masih menjabat Wakil Bupati Blitar. Meski beberapa waktu lalu Rahmat telah mengajukan surat pengunduran diri ke DPRD Kabupaten Blitar.
Bupati dan Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar yang hadir pun memilih bungkam atas ketidakhadiran Wakil Bupati Blitar, Rahmat Santoso dalam acara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 78 itu.
Baca Juga: Tanggapi Keisengan Menteri PUPR, Erick Tohir: Hidup Lagi Capek-capeknya
“Uwes-uwes sesok wae ojo takok saiki, (besok-besok saja jangan tanya sekarang),” ucap Sekda Kabupaten Blitar, Izul Marom, Kamis (17/08/23).
Dari keterangan salah satu pejabat Pemkab Blitar, ketidakhadiran Wabup tersebut lantaran ada urusan lain. Ketidakhadiran Rahmat Santoso dalam ziarah nasional di Makam Bung Karno ini pun disayangkan sejumlah pihak mulai dari masyarakat hingga politisi.
Salah satu warga Kabupaten Blitar yang menyayangkan ketidakhadiran Wabup dalam peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia itu adalah lucky. Pria asal Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar itu berpendapat seharusnya sebagai pemimpin daerah Rahmat Santoso hadir mengikuti kegiatan ziarah untuk menghormati perjuangan Bung Karno dalam memperjuangkan kemerdekaan.
Baca Juga: Diduga Alami Kekerasan, Demo PMII Tuban Berbuntut Panjang
“Meski mundur kan masih menjabat? Meski tidak menjabat ikut ziarah ke makam bung Karno kan tidak ada salah to seharusnya, tapi tidak tahu juga politisi kan banyak acara,” ucapnya.
Abdul Aziz Ketua DPC PPP Kabupaten Blitar pun, juga akan bicara terkait ketidakhadiran Wakil Bupati Blitar, Rahmat Santoso dalam acara ziarah nasional di Makam Bung Karno tersebut. Meski menyayangkan, namun Aziz merasa tidak terkejut.
Pasalnya saat masih menjabat sebagai Wabup Blitar saja Rahmat Santoso juga tidak menghadiri HUT Kabupaten Blitar yang ke 669. Hal itupun dianggap Aziz sebagai sikap yang kurang etis ditunjukkan oleh seorang pemimpin daerah.
Baca Juga: PKL ‘Kuliner Jombang’ Pikul Gunungan Jajan, Lalu Dibagikan Gratis
“Ya kurang etislah, tapi ya tidak kaget kalau sekarang tidak hadir lawong yang HUT Kabupaten Blitar aja tidak hadir,” ungkap Aziz.
Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso sendiri memang telah mengajukan permohonan pengunduran diri ke DPRD Kabupaten Blitar pada Senin (14/08/23) lalu. Pria yang akrab disapa Makde Rahmat itu memutuskan mundur dari jabatannya lantaran mau nyaleg DPR-RI dari dapil Tuban-Bojonegoro, serta merasa kecewa atas temuan dugaan pungli yang dilakukan oleh Kepala Bagian Layanan Pengadaan.
Meski mengajukan pengunduran diri namun sejatinya hingga kini Rahmat Santoso masih menjabat sebagai Wakil Bupati Blitar karena SK dari Kemendagri belum turun. (Owi/ian)






