Jombang (beritajatim.com) – Jika terpilih menjadi anggota DPRD, Bacaleg (bakal calon legislatif) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Jombang merelakan gajinya dipotong 20 persen untuk uang saku anak sekolah.
Tentunya, anak sekolah dari kalangan yatim/piatu dan duafa. Hal itulah yang menjadi program dari Bacaleg PKS, M Arifin. Dalam pemilu 2024, Arifin maju dari dapil (daerah pemilihan) Jombang 5. Wilayah ini meliputi Kecamatan Kabuh, Kudu, Ngusikan, Plandaan, serta Kecamatan Ploso.
Pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) pada Februari 2024. Namun semua persiapan sudah dilakukan oleh Bacaleg. Seperti yang dilakukan oleh M Arifin. Dirinya, mulai turun ke desa-desa yang ada di lima kecamatan tersebut.
BACA JUGA:
Bacaleg PKS Jombang: 48 Persen Perempuan, 18 Persen Milenial
Menyosialisasikan program, menyapa warga di akar rumput, serta menyerap aspirasi masyarakat bawah. Banyak hal yang menjadi temuan Arifin ketika turun ke pelosok-pelosok kampung itu. Di antaranya terkait pendidikan.
“Jika kelak terpilih menjadi anggota DPRD Jombang saat Pemilu 2024, saya siap memberikan sebagian pendapatan gaji wakil rakyat untuk konstituen. Yakni membantu uang saku untuk anak sekolah yang ada di lima kecamatan. Meliputi Kecamatan Kabuh, Kudu, Ngusikan, Plandaan, serta Kecamatan Ploso,” ujar Arifin yang juga Sekretaris DPD PKS Jombang ini, Senin (12/6/2023).
Bagimana target PKS Jombang di pemilu 2024? Arifin menjelaskan, pihaknya menargetkan 8 kursi di DPRD Jombang dari enam dapil (daerah pemilihan) dalam pemilu 2024. “Target perolehan kursi itu sesuai dengan nomor urut PKS yaitu 8,” pungkasnya. [suf]






