Ponorogo (beritajatim.com) – Sebanyak 19 orang melewatkan kesempatan untuk menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo. Hal itu terjadi lantaran mereka tidak mengikuti proses seleksi tes uji kompetensi yang telah dijadwalkan di titik lokasi (tilok) Asrama Haji Kota Madiun.
“Karena tidak hadir otomatis tim panitia seleksi (pansel) menyatakan mereka gugur dari peserta seleksi PPPK Pemkab Ponorogo,” kata Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo, Andy Susetyo, Kamis (23/11/2023).
Kebijakan tim pansel yang menyatakan 19 orang terpaksa gugur, karena tidak ada keterangan sama sekali ihwal mereka tidak datang dalam tes uji kompetensi. Padahal, penjadwalan tes yang menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT) itu, sudah diumumkan jauh-jauh hari.
BACA JUGA:Tim Gabungan Tuntaskan Sita Rokok Ilegal Sumenep Bulan Ini
Andy menjelaskan bahwa 19 orang yang tidak hadir itu, merupakan jumlah total selama 3 hari pelaksanaan proses seleksi tes uji kompetensi di tilok Asrama Haji Kota Madiun. Dengan rincian, hari pertama atau hari Senin (20/11) selama 2 sesi tes, ada 6 orang yang tidak hadir. Memasuki hari kedua atau Selasa (21/11) dalam 3 sesi tes, ada 7 orang yang tidak hadir. Kemudian ada 6 orang lagi, pada haru ketiga atau Rabu (22/11) tidak hadir di Asrama Haji Kota Madiun.
“Jadi dalam 3 hari pelaksanaan seleksi tes uji kompetensi itu, ada saja peserta yang tidak hadir. Jika ditotal semua jumlahnya ada 19 orang,” ungkap mantan Kepala Dinas Pertanian itu.
Untuk diketahui sebelumnya, seleksi PPPK dibPemkab Ponorogo tahun 2023 memasuki tahap Computer Assisted Test (CAT). Mayoritas peserta seleksi mengikuti tes tersebut di Asrama Haji Madiun. Data dari BKPSDM Ponorogo, ada 1.818 peserta yang akan mengikuti uji kompetensi dengan CAT di Asrama Haji Madiun. Sementara sisanya hingga mencapai 2.000 peserta, melakukan tes menyebar di 20 titik lokasi (tilok) lainnya di wilayah Indonesia.
“Yang akan lakukan tes di Asrama Haji Madiun ada 1.818 peserta, sisanya tersebar di 20 tilok lain di seluruh wilayah Indonesia,” ungkap Andy.
Pelaksanaan tes bagi peserta seleksi PPPK Ponorogo akan berlangsung selama 3 hari, yakni mulai tanggal 20 hingga 22 November 2023. Menurut Andy, tes akan dilakukan dalam 3 sesi, di mana setiap sesinya akan diikuti oleh maksimal 300 peserta.
“Jadi tes di Asrama Haji Madiun itu berlangsung selama 3 hari. Mulai tanggal 20 hingga 22 November 2023,” pungkasnya. (End/Aje)






