Gresik (beritajatim.com)- Polisi menyelidiki kasus ribuan ton limbah padat yang dibuang sembarangan di Desa Kertosono, Kecamatan Sidayu, Gresik. Sampai saat ini, limbah tersebut masih berada lokasi yang dikemas dalam karung besar (jumbo bag).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Sri Subaidah melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Zauji, membenarkan adanya penemuan limbah padat yang diduga berasal dari kegiatan industri.
“Benar, ada temuan pembuangan limbah industri dalam jumlah besar yang dikemas dalam jumbo bag di lahan kosong di Desa Kertosono, Kecamatan Sidayu,” ujarnya, Sabtu (3/5/2025).
Masih menurut Zauji, hingga saat ini identitas pihak yang membuang limbah dan pemilik lahan masih dalam proses penyelidikan. Dirinya memastikan akan ada tindakan tegas atas pembuangan limbah ilegal tersebut.
“Sumber limbah masih dalam penyelidikan oleh Polda Jawa Timur. Untuk hasil uji laboratorium, kita masih menunggu dari laboratorium lingkungan DLH Provinsi Jawa Timur,” urainya.
Ia menambahkan, pihaknya telah meninjau lokasi dan mengambil sampel limbah untuk dilakukan pengujian Prosedur Pelindian Karakteristik Beracun (TCLP) di Laboratorium Lingkungan DLH Provinsi Jawa Timur. “Penanganan atas temuan limbah padat dalam jumlah besar tersebut kini menjadi kewenangan DLH Provinsi Jawa Timur dan Polda Jawa Timur.
“Sudah dua kali petugas kepolisian dan DLH datang mengecek lokasi, termasuk meminta keterangan dari sejumlah pihak,” imbuhnya.
Sebelumnya, tumpukan material limbah padat terlihat menggunung di belakang pabrik bata ringan yang berlokasi di Desa Kertosono, Kecamatan Sidayu, Gresik. Limbah yang telah dikemas dalam karung besar (jumbo bag) itu diduga sengaja dibuang dan dibiarkan menumpuk di lokasi. [dny/kun]






