Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Unit Laka Lantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak menyelidiki kecelakaan yang terjadi di Jalan Bulak Banteng, Jumat (25/7/2025) kemarin. Diketahui, dalam peristiwa itu ada 3 korban. 2 orang terluka dan 1 lainnya meninggal dunia.
Kasatlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Imam Saifudin mengatakan pihaknya masih terus mendalami peristiwa kecelakaan tersebut. Hasil sementara yang diperoleh penyidik, ketiga remaja itu mengalami kecelakaan tunggal.
“Hasil penyelidikan sementara tidak ada kendaraan lain penyebab kecelakaan. Artinya korban terlibat kecelakaan tunggal,” kata Imam, Selasa (26/7/2025).
Imam menjelaskan kecelakaan itu terjadi karena hilangnya konsentrasi pengendara. Saat itu, sepeda motor dikendarai AR. Sementara dua rekannya berinisial A dan R duduk sebagai penumpang. Saat tiba di lokasi, sepeda motor lantas menabrak pagar rumah warga Dukuh Bulak Banteng dan berakhir di tiang listrik depan rumah. Ketiganya pun langsung terkapar.
“Hasil sementara kecelakaan terjadi diduga karena hilangnya konsentrasi pengemudi. Apakah itu mengantuk atau dalam pengaruh alkohol masih kita dalami,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Remaja Tambak Wedi Tewas Setelah Kecelakaan Bonceng Tiga di Surabaya
Surabaya (beritajatim.com) – Tiga remaja laki-laki diduga berboncengan tiga menggunakan sepeda motor, mengalami kecelakaan tragis di Jalan Dukuh Bulak Banteng, Sidotopo, Surabaya, dan satu di antaranya tewas, pada Jumat (25/7/2025) dini hari. Ketiga korban remaja itu, berinisial A (14), R (17), dan R (16), semuanya berasal dari Tambak Wedi Surabaya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya, Linda Novanti, mengatakan bahwa korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut adalah remaja berinisial R berusia 16 tahun. “Saat petugas tiba di lokasi, 3 korban (tergeletak) di bahu jalan. 2 orang dalam kondisi sadar dan 1 orang kondisi tidak sadar, dinyatakan meninggal dunia,” kata Linda, Jumat (25/7).
Linda menjelaskan bahwa korban meninggal dunia adalah R (16), yang saat itu sedang dibonceng. Sementara itu, dua rekannya, A (14) yang mengendarai motor (joki), mengalami nyeri di tangan kanan, dan R (17) yang juga dibonceng, menderita cedera otak sedang. “Evakuasi korban meninggal dunia langsung di larikan ke Kamar Jenazah RSUD dr.Soetomo dengan didampingi keluarganya,” jelas Linda.
“Sedangkan untuk korban luka-luka, ada yang dirujuk ke RS dr. Soewandhi dan ada yang langsung dikondisikan oleh pihak keluarganya sendiri,” imbuhnya.
Untuk penanganan di lokasi kejadian kecelakaan, lanjut Linda, petugas BPBD Surabaya dibantu oleh aparat kepolisian setempat, Polsek Kenjeran, dengan turut mengamankan barang bukti kendaraan korban sepeda motor Honda Beat W 3435 QD. “Untuk barang bukti roda dua (Honda Beat W W 3435 QD) dikondisikan oleh petugas kepolisian setempat,” ucap Linda. (ang/kun)






