Ngawi (beritajatim.com) – Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan siswa SMKN 1 Sine, Kabupaten Ngawi, kini dalam penanganan kepolisian. Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Aries Gunadi, menyampaikan bahwa pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari Polsek Sine pada Rabu (1/10/2025) pagi.
“Kami terima informasi dari Polsek Sine sekitar pukul 10 pagi. Atas perintah Bapak Kapolres, kami turun ke lokasi bersama Kapolsek untuk melaksanakan pengecekan. Langkah pertama, kami mendalami penyebab dugaan keracunan ini. Kami akan berkomunikasi dengan pihak Puskesmas, membawa sampel ke forensik, nanti hasilnya akan kami sampaikan,” ujar Aries.
Menurut Aries, hingga saat ini penyebab pasti belum bisa dipastikan, mengingat gejala baru muncul beberapa jam setelah siswa mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa siang.
“Kami masih mendalami, apakah betul penyebabnya dari MBG atau ada faktor lain. Rentang waktu makan dengan munculnya gejala masih perlu dikaji. Semua sampel kami ambil, termasuk muntahan, sisa makanan, dan bahan dapur, untuk dibawa ke laboratorium,” jelasnya.
Selain itu, polisi juga akan menggali keterangan dari pihak sekolah, siswa, orang tua, dan tenaga medis untuk memastikan kronologi kejadian.
Sebelumnya, puluhan siswa SMKN 1 Sine mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu MBG yang terdiri dari buah anggur, ayam bumbu lada hitam, sayuran, dan tahu. Sejumlah siswa mulai merasakan sakit perut dan mual sejak Selasa malam.
Salah seorang siswi, Z, mengaku banyak temannya harus mendapat penanganan medis.
“Satu sekolahan rata-rata kena sakit perut. Efeknya baru terasa hari ini. Banyak sekali yang sakit sampai pakai ambulans dan mobil warga,” ujarnya.
Gejala yang dialami para siswa di antaranya sakit perut hebat, mual, pusing, dan bolak-balik ke kamar mandi. Sejumlah siswa bahkan harus dibawa dengan ambulans karena kondisinya cukup mengkhawatirkan.
Kepala SMKN 1 Sine, Agus Setyo Budi, menyebut distribusi makanan MBG di sekolah tersebut mencapai lebih dari 1.000 porsi dari total sekitar 1.300 siswa.
“Total sementara ada 35 siswa yang mengalami keracunan. Saat ini dirawat di Puskesmas Sine. Sebagian siswa sudah merasakan gejala sejak Selasa malam,” jelas Agus. [fiq/beq]






