Ponorogo (beritajatim.com) – Menjelang bulan Ramadan tahun ini, petugas kepolisian dari intelkam Polres Ponorogo mengadakan sosialisasi terkait pelarangan balon udara tanpa awak dan petasan. Sosialisasi itu penting dilakukan, sebab penerbangan balon tanpa awak dan pembunyian petasan sangat berbahaya.
Dalam beberapa tahun terakhir ada korban jiwa maupun kerugian material terkait dengan dua hal tersebut. Kabupaten Ponorogo bakal masif dilakukan sosialisasi pelarangan itu, mengingat sebagian masyarakatnya menganggap itu sebagai tradisi jelan hari raya Idul Fitri.
Sosialisasi pelarangan balon udara tanpa awak dan petasan itu, menyasar ratusan pelajar di SMKN 1 Badegan. Petugas dari kepolisian menguraikan bahaya yang akan ditimbulkan jika masyarakat tetap nekat menerbangkan balon udara tanpa awak atau membunyikan petasan. Sebab, menyebabkan dampak yang fatal, bahkan bisa berujung menelan korban jiwa.
“Banyaknya kejadian akibat korban dari bahaya balon udara tanpa awak dan petasan atau mercon, maka kami dari Polres Ponorogo memberikan sosialisasi ini, “kata Baur Wasendak Sat IK Polres Ponorogo, Aipda Markim, Senin (13/03/2023).
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan Kabupaten Ponorogo zero dari penerbangan balon udara tanpa awak dan pembunyian petasan. Dengan begitu, pihaknya juga akan menekan korban dari dampak penerbangan balon udara tanpa awak dan pembunyian petasan tersebut.
Aipda Markim menambahkan, dengan sosialisasi ini, pihaknya berharap dapat menekan korban dari dampak bahaya balon udara tanpa awak dan petasan atau mercon pada kalangan pelajar.
“Sehingga para pelajar mengetahui dampak bahaya dari balon udara tanpa awak dan petasan atau mercon. Serta tidak bermain balon udara dan petasan maupun mercon, apalagi menjelang bulan suci ramadan ke depan,” pungkasnya.
Menurut arsip beritajatim.com, pada awal bulan April tahun 2022 lalu, ledakan petasan mengenai tangan pemuda Desa Sambilawang Kecamatan Bungkal Ponorogo. Akibat ledakan itu, pemuda yang bernama Iqbal itu, mengalami luka serius. Bagaiman tidak, sedikitnya ada 3 jarinya yang hancur akibat terkena ledakan mercon. Pasca kejadian ledakan, korban langsung dibawa ke rumah sakit umum daerah (RSUD) dr. Harjono Ponorogo. Karena parahnya luka yang ditimbulkan, tidak sampai 24 jam di rawat di rumah sakit milik Pemkab Ponorogo, korban akhirnya dirujuk ke rumah sakit Ortopedi di Solo Jawa Tengah.
Sementara pada bulan Agustus tahun 2021, tepatnya pada tanggal 6 Agustus pagi terjadi ledakan keras di Dusun Demalang Desa Somoroto Kecamatan Kauman. Ledakan keras itu, berasal dari petasan dari balon udara tanpa awak yang jatuh. Akibat ledakan tersebut, ada 4 rumah warga yang rusak. Jendela kaca hancur dan ada pintu di salah satu rumah warga yang hancur. Selain rumah sejumlah warga, kerasnya ledakan juga membuat beberapa jendela kaca di SMPN 2 Kauman yang jaraknya 300 meter dari lolasi ledakan juga ikut pecah. [end/but]






