Ponorogo (beritajatim.com) – Polres Ponorogo terus menyelidiki kasus ledakan mercon yang mengguncang kawasan Jalan Irawan, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kota, Ponorogo. Ledakan yang terjadi pada Rabu malam (28/5/2025) terdengar hingga radius 500 meter dan membuat warga sekitar panik.
Ledakan tersebut berasal dari rumah milik warga bernama Ismi. Satreskrim Polres Ponorogo langsung bergerak cepat dengan memeriksa lima orang saksi untuk mengungkap penyebab pasti kejadian.
“Kami sudah mintai keterangan dari 5 saksi,” ujar Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Rudy Hidajanto, Senin (2/6/2025).
Menurut Rudy, mayoritas saksi yang diperiksa masih berusia di bawah umur. Dua di antaranya merupakan korban ledakan, masing-masing berinisial YD dan DM, yang mengalami luka bakar dan sempat menjalani perawatan di RSUD dr Harjono Ponorogo.
“Korban DM mengalami luka bakar 9 persen, terutama di bagian vital. Saat ini sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit,” ungkapnya.
Polisi menduga ledakan bersumber dari mercon rakitan yang rencananya akan digunakan dalam balon udara saat perayaan Iduladha. Dari lima orang yang dilaporkan berada di lokasi kejadian, hanya dua orang yang dipastikan benar-benar ada di tempat saat insiden terjadi.
“Ada 5 orang yang disebut berada di lokasi. Tapi setelah kami cek, hanya dua orang yang benar-benar ada di TKP saat kejadian,” jelas Rudy.
Hingga kini, penyelidikan terus berlanjut untuk menelusuri asal bahan peledak serta identitas perakit mercon. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak bermain mercon, terutama yang rakitan dan berdaya ledak tinggi.
“Kasus ini akan tetap kami lanjutkan. Meski ada korban yang masih di bawah umur. Proses hukum tetap berjalan,” tegas AKP Rudy Hidajanto. [end/beq]






