Gresik (beritajatim.com) – Kepolisian Resor Gresik menetapkan seorang perempuan berinisial JC (20), warga Desa Ploso, Kecamatan Pucuk, Lamongan, sebagai tersangka dalam kasus dugaan pembuangan bayi yang baru dilahirkannya sendiri di tempat sampah sebuah pabrik boneka. Tindakan tersebut dilakukan usai JC melahirkan di kamar mandi pabrik, Senin (21/4/2025).
Dari hasil pemeriksaan awal, bayi malang tersebut ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan luka memar di bagian kepala dan bibir. Berdasarkan keterangan dari Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Abid Uais Al-Qarni Aziz, luka tersebut diduga akibat terjatuh saat proses persalinan.
“Dari hasil visum luar, ada luka memar di kepala dan bibir. Dugaanya terjatuh. Jadi yang bersangkutan setengah jongkok saat melahirkan di kamar mandi. Setelah kepalanya setengah keluar dipaksakan akhirnya terjatuh,” ujar Abid.
Kasus ini mencuat setelah dua pegawai pabrik melaporkan adanya seorang karyawati yang keluar dari kamar mandi dengan tergesa-gesa sambil membuang buntalan plastik hitam dari dalam bajunya ke tempat sampah. Ketika diperiksa, buntalan tersebut ternyata berisi seorang bayi yang masih berlumuran darah.
Menurut pihak kepolisian, JC diduga kuat sebagai salah satu karyawati di pabrik boneka tersebut. Hal ini diperkuat dengan lokasi kejadian yang berada di sekitar area pabrik dan keterlibatan JC yang langsung diidentifikasi oleh saksi.
Meski JC telah ditetapkan sebagai tersangka, pihak kepolisian menyatakan bahwa penyelidikan masih terus berlanjut. Mereka masih menunggu hasil visum lengkap untuk memastikan penyebab pasti kematian bayi dan motif di balik tindakan JC.
“Kami masih menunggu hasil visum secara menyeluruh. Termasuk mendalami motif tersangka. Apakah ada desakan dari pihak lain atau murni inisiatif pribadi,” paparnya.
Saat ini JC masih menjalani perawatan medis di rumah sakit. Polisi memastikan bahwa proses hukum akan dilanjutkan setelah kondisi tersangka benar-benar pulih. Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut persoalan moral, psikologis, serta tekanan sosial yang dihadapi perempuan muda yang mengalami kehamilan tanpa kesiapan. [dny/ian]






