Surabaya (beritajatim.com) – Pelanggaran disiplin yang dilakukan anggota Polda Jatim mengalami penurunan selama kurun waktu setahun. Dari catatan analisis dan evaluasi yang dikeluarkan korps Bhayangkara ini disebutkan penurunan jumlah anggota polisi yang nakal menurun hingga 63 persen.
“ Pelanggaran disiplin anggota di Polda Jatim tahun 2022 ini menurun 63 persen dibandingkan 2021. Tercatat ada 382 pelanggar di 2022, dibanding 2021 yang tercatat sebanyak 1.026 pelanggar,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto.
Sedangkan untuk hukuman kode etik, profesi Polri, pidana hukuman kode etik, profesi polri dan pidana, cenderung meningkat 84 persen, jika di tahun 2021 sebanyak 316 kasus, di 2022 mengalami kenaikan sebanyak 580 kasus.
[berita-terkait number=”5″ tag=”polda-jatim”]
Peningkatan performa juga nampak dari data pelayanan masyarakat tahun 2021 ke 2022, dari angka 7.280 meningkat 28.583 pada tahun 2022.
Untuk ungkap kasus Narkoba, tahun ini mengalami kenaikan sebesar 15 persen. Rinciannya, di tahun 2021 ada 9,693 kasus Narkoba yang di ungkap, di 2022 bertambah 1,494 kasus terungkap. Dengan jumlah sebegitu, Polda Jatim disebut ranking 1 se-Indonesia dalam ungkap kasus Narkoba.
Sebelumnya, Polda Jatim juga merilis jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Jawa Timur mengalami peningkatan. Dari catatan analisa dan evaluasi yang dikeluarkan Polda Jatim, tercatat ada 4.889 meninggal dunia di tahun 2022, jumlah tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya yakni 4.393 orang.
Hal tersebut diungkapkan Kapolda Jatim, Irjen Pol Toni Harmanto, pihaknya belakangan ini serius menanggapi kecelakaan yang terjadi di Jawa Timur. Utamanya, kecelakaan yang melibatkan kereta api. Data yang dihimpun, sedikitnya ada 500 an perlintasan KA, yang kebanyakan tidak ada penjaganya.
“Beberapa hari ini saya diskusi intensif yang berkaitan dengan itu. Jadi fantastis juga selama 2022 ini. Ini saya tegaskan lagi, Kemarin saya sudah berkomunikasi, ini juga proses hukum yang akan kami cari tau penyebabnya, termasuk juga yang bertanggung jawab,” katanya, Jumat (30/12/2022) malam.
Peningkatan tersebut dianggap serius oleh Irjen Toni. Untuk kedepan, Irjen Toni menghimbau anggotanya untuk mencermati setiap laka lantas. Sebab, orang nomer satu di Korps Bhayangkara Jawa Timur ini berkeyakinan pasti ada yang bertanggung jawab di setiap insiden kecelakaan.
“Karena melihat bergelimpangannya angka-angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan korban meninggal dunia, pasti ada yang harus bertanggungjawab. Itu nanti akan kita proses hukum, bagaimanapun nanti kita akan melihat siapa yang paling bertanggung jawab ya,” tambahnya. [uci/kun]






