Magetan (beritajatim.com) – Meski Wisata Kebun Bunga Refugi Plaosan, Magetan masih ditutup, pemeliharaan tetap dilakukan. Khususnya untuk perawatan dan pemeliharaan tahunan bagi tanaman yang ada di kebun. “Juga, dengan pavingisasi lahan parkir,” ungkap Uswatul Chasanah Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP), Rabu (25/8/2021)
Untuk tahun ini disiapi dana sekitar Rp 2 miliar. Bukan hanya untuk pavingisasi lahan parkir tapi juga untuk mengganti gardu pandang yang kini dibangun menggunakan bambu.
Dia ingin gardu pandang dengan bahan yang lebih kuat agar lebih permanen. “Untuk bambu kan tidak bsia bertahan sampai beberapa tahun,” ungkap mantan kepala Dinas Lingkungan Hidup itu.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-magetan”]
Selama ini, gardu pandang yang dibangun sejak 2019 lalu itu sudah dibongkar. Jika memaksa untuk membeli bambu secara berkala, maka akan menambah biaya perawatan. Sehingga, dia memilih untuk mengganti bambu dengan besi dan bahan – bahan lain yang lebih permanen. “Setidaknya kuat sampai 15 tahunan lah, tentu dengan perawatan yang lebih murah,” katanya.
Untuk menara pandang di Kebun Refugia, pengunjung bisa melihat landscape Kebun Refugia dari atas. Selain itu bangunan menara pandang juga untuk Flying Fox.
Konsep visualnya menyerupai putik bunga, agar menyatu dengan konsep keseluruhan Kebun Refugia yang mengusung nuansa bunga. “Tapi kan masih dikorodinasikan lagi, terutama untuk anggarannya,” katanya.
Dia menyebut kalau itu sudah sesuai dengan rakor bersama Bupati Suprawoto yang ingin setiap objek wisata harus iconic. Artinya harus ada ciri tersendiri yang membuatnya berbeda dan justru itu akan menjadi daya tarik tersendiri.
Selain itu bahan untuk konstruksinya harus kuat untuk jangka panjang serta menjamin keamanan pengunjung saat menggunakan fasilitas tersebut. “Ini sudah masuk proses lelang,” terangnya. (fiq/kun)






