Magetan (beritajatim.com) – Bertempat di Kebun Bunga Refugia Plaosan Kabupaten Magetan, pendirian soko guru Masjid Ki Mageti Refugia disaksikan langsung oleh Bupati Magetan Suprawoto, Selasa(10/8/2021).
Masjid Ki Mageti yang dibangun dengan arsitektur khas Jawa ini, sedang dalam proses pendirian soko guru. Masjid yang berukuran luas 17 x 17m dibangun menggunakan peninggalan soko guru Masjid Agung Baitussalam Magetan. Soko guru tersebut diperbaiki terlebih dahulu, proses perbaikan ini memakan waktu kurang lebih satu bulan, untuk membersihkan cat empat lapis pada soko guru dengan tinggi sembilan meter agar didapat warna alaminya.
Muhtar Wakid, Kepala Dinas PUPR Magetan menyampaikan pendirian soko guru ini bertepatan dengan tahun baru Islam, menjadi sejarah baru pendirian Masjid Ki Mageti. Secara filosofis hal ini merupakan sinkronisasi antara kegiatan mendirikan bangunan dengan ajaran Islam yang harus ditegakkan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-magetan”]
Bupati Suprawoto menyampaikan syiar agama Islam yang sudah dirintis di Kabupaten Magetan ini menjadi kewajiban untuk melestarikan, dengan peninggalan sejarah tersebut.
“Membangun sebuah masjid pasti akan jadi, dan kita semua berharap agar masjid ini segera selesai, tentunya dibantu dari dukungan masyarakat juga. Nantinya dari pembangunan Masjid Ki Mageti ini akan memberikan efek yang luar biasa, akan menjadi tempat tujuan bagi para wisatawan untuk beribadah,” tutur Bupati Suprawoto.
Hal ini merupakan salah satu cara untuk memakmurkan masjid dan memakmurkan masyarakat dalam arti luas bagi masyarakat Magetan. Di sisi lain, dalam acara tersebut juga dilakukan pemotongan tumpeng oleh Bupati Magetan yang diserahkan kepada KH Unen An Nasyir sebagai wujud syukur telah berdirinya soko guru Masjid Ki Mageti. (fiq/kun)







