Pamekasan (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Pamekasan, mematok target realistis pada pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) 2024 mendatang.
Bahkan menghadapi momentum tersebut, Demokrat Pamekasan juga mendelegasikan 45 figur progresif sebagai bakal calon legislatif alias Bacaleg yang didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan, Jl Brawijaya 34 Pamekasan, Minggu (14/5/2023) lalu.
Dari total Bacaleg yang didaftarkan tersebut, sebanyak 15 di antaranya merupakan Bacaleg perempuan, sekaligus memenuhi kuota keterwakilan perempuan untuk pesta demokrasi lima tahunan.
“Untuk target kursi pada Pemilu 2024 mendatang, kami harus realistis, hanya 8 hingga 10 kursi (di DPRD Pamekasan),” kata Ketua DPC Partai Demokrat Pamekasan, Ismail, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: 630 Bacaleg dari 18 Parpol Terdaftar di KPU Pamekasan
Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab saat ini Partai Demokrat memiliki 6 kader perwakilan di DPRD Pamekasan, sekaligus menjadi fraksi mandiri di gedung wakil rakyat yang beralamat di Jl Kabupaten 107 Pamekasan.
“Kami selalu memegang pesan Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) agar selalu menyambung silaturahmi dengan rakyat, mencari solusi dalam memecahkan keluhan-keluhan rakyat, dan itu modal kami,” ungkapnya.
Pesan serupa juga disampaikan Ketum DPP Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono yang meminta agar para kader selalu tanggap terhadap permasalahan masyarakat. “Ketum AHY juga berpesan agar selalu berbaur dengan masyarakat, dan setiap kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Hanya saja, sekalipun tahap penyerahan Bacaleg sudah dinyatakan tuntas, justru muncul persoalan anyar seputar kekecewaan dari salah satu Bacaleg parpol, Samhari. Ia merasa tidak puas dengan keputusan partai, khususnya DPC Demokrat Pamekasan.
Baca Juga: Tabri S Munir Mundur sebagai Ketua PWI Pamekasan
Kekecewaan tersebut berawal dari komposisi nomor urut Bacaleg Partai Demokrat Pamekasan, khususnya untuk daerah pemilihan atau Dapil 2 (Palengaan-Proppo). Sekalipun menjabat sebagai Kepala Badan Pembinaan dan Jaringan Konstituen (BPJK) Demokrat Pamekasan, ia justru ditempatkan di posisi 9 urutan Bacaleg.
Kondisi tersebut membuatnya tidak puas dengan keputusan partai, sekalipun tahap Daftar Calon Tetap (DCT) baru ditetapkan pada Sabtu (4/11/2023) mendatang.
Bahkan Samhari juga mengundurkan diri sebagai pengurus Demokrat Pamekasan, ditandai dengan aksi menggunting logo dan nama partai dari seragam partai yang dikenakannya, Selasa (15/5/2023) kemarin.
“Kami kecewa bukan pada partai, tapi pada kepengurusan dan manajerial dibawah kepemimpinan Ismail dan Siran Wahyudi. Karena kami secara sadar dan penuh semangat, namun justru tidak direspon dengan baik. Dalam hal ini, apa yang menjadi kinerja baik, proses progres yang ada di seluruh unsur kepengurusan cabang, tidak diapresiasi dengan baik,” tegasnya.
Baca Juga: KPU Pamekasan Pastikan Penyerahan Berkas Bacaleg Tuntas
Tidak hanya itu, pihaknya juga mengaku tidak pernah dilibatkan dalam menjalankan visi misi parpol menghadapi tahun politik. “Kami sebagai Kepala BPJK partai hingga kini tidak pernah dilibatkan,” sesalnya.
“Baik dalam berbagai kegiatan lainnya atau rapat pleno, mulai dari penjaringan, pendaftaran daftar bacaleg sementara sampai proses pendaftaran ke kantor KPU Pamekasan,” sambung alumnus Universitas Muhammadiyah Malang Fakultas Ilmu politik.
Dari itu, ia mengambil sikap tegas undur diri dan berhenti dari kepengurusan Demokrat Pamekasan. “Kami secara resmi mengundurkan diri dan berhenti dari kepengurusan cabang, dan tidak akan bertanggung jawab dari berbagai pengelolaan manajemen partai, baik manajemen administratif dan keuangan yang bersumber dari dana Banpol, partisipasi anggota legislatif dan seluruh sumber yang sah lainnya,” pungkasnya. [pin/beq]






