Jember (beritajatim.com) – Kurang lebih 30 orang pegawai negeri sipil melaksanakan salat gaib di musala kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Senin (6/6/2022), untuk mendoakan putra Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Emmeril Khan Mumtadz, yang hilang di Swiss dan diperkirakan sudah meninggal dunia.
Salat gaib berjemaah dipimpin Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Jember Ahmad Musoddaq. “Kami merasa kehilangan saudara kita, Mas Emmeril. Kita sesama muslim harus saling mendoakan, bagaimana almarhum mendapat ampun dari Allah dan mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah,” kata Musoddaq, usai salat.
Musoddaq mengatakan, salat gaib tersebut merupakan bagian dari rasa persaudaraan sesama muslim dan sesama anak bangsa. “Sebelumnya kami sudah laksanakan di tempat (rumah) kami. Kalau di pemkab hari ini kami laksanakan karena hari Senin adalah hari pertama masuk kerja pekan ini,” katanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-jember”]
Sebelumnya, Bupati Hendy Siswanto menyerukan kepada warga Kabupaten Jember agar menunaikan salat gaib untuk Emmeril Khan Mumtadz. “Saya juga orang tua. Punya anak. Empati harus muncul. Apalagi Pak Ridwan Kamil adalah pejabat publik yang harus didukung. Jangan sampai ujian ini membuat kendor beliau membantu masyarakat,” kata Hendy kepada beritajatim.com, via ponsel dari Jakarta, ditulis Minggu (4/6/2022).
Apalagi, lanjut Hendy, Emmeril meninggal di Swiss dan jenazahnya hingga berita ini ditulis belum ditemukan. “Sebagai sesama muslim, kita wajib mendoakan,” katanya.
Hendy mengajak warga untuk merenung dan menempatkan diri dalam posisi Ridwan Kamil. “Kalau itu terjadi pada diri kita, seperti apa? Itu perasaan kami,” katanya.
Salat gaib sebaiknya dilaksanakan di semua masjid dan musala di Jember, seusai salat wajib berjamaah. “Monggo, kita memohon,” kata Hendy. [wir/kun]






