Pamekasan (beritajatim.com) – Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan berhasil mengumpulkan sebanyak 12.549 kantong darah sepanjang periode 2025. Meski demikian, capaian tersebut belum mampu memenuhi target pengumpulan darah tahunan yang dipatok sebanyak 14 ribu kantong.
“Angka sebanyak 12.549 kantong darah ini kita kumpulkan selama periode 2025, terhitung sejak 1 Januari hingga 31 Desember 2025,” kata Kepala UDD PMI Pamekasan, dr Achmad Syafirullah, Jumat (2/1/2026).
Menurut dr Syafirullah, capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya maksimal yang dilakukan UDD PMI Pamekasan untuk menjaga ketersediaan stok darah, khususnya bagi rumah sakit di wilayah Pamekasan dan sekitarnya. Meski target belum sepenuhnya tercapai, kebutuhan darah selama 2025 dipastikan tetap terpenuhi.
“Sekalipun belum bisa merealisasikan target 14 ribu kantong darah dalam setahun, kami tetap bersyukur karena selalu bisa memenuhi kebutuhan stok darah selama 2025,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, dari total pengumpulan tersebut, sebagian besar darah yang diproduksi merupakan Packed Red Cells (PRC). Produksi tersebut belum termasuk komponen darah lain seperti Thrombocyte Concentrate (TC) dan Fresh Frozen Plasma (FFP).
“Jadi angka itu merupakan produksi darah PRC selama 2025, belum termasuk transfusi TC dan FFP,” jelas dr Syafirullah.
Sementara itu, khusus pengeluaran darah pada Desember 2025, tercatat sebanyak 1.178 kantong darah PRC, 15 kantong darah Whole Blood (WB), serta 225 kantong darah TC. Dengan demikian, total darah yang dikeluarkan pada periode tersebut mencapai 1.418 kantong.
Adapun stok darah awal Desember 2025, yang merupakan sisa November 2025, tercatat sebanyak 1.811 kantong darah. Setelah dilakukan pengeluaran sebanyak 1.193 kantong darah PRC dan WB selama Desember, sisa stok darah hingga akhir tahun tercatat sebanyak 618 kantong.
Untuk meningkatkan perolehan darah ke depan, UDD PMI Pamekasan menyiapkan sejumlah langkah strategis, salah satunya dengan memperluas program jemput bola ke berbagai titik donor di wilayah Pamekasan.
“Ke depan, kami juga akan terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan jumlah perolehan kantong darah dengan menerapkan beberapa program inovatif, di antaranya program jemput bola ke berbagai titik donor di Pamekasan,” imbuh dr Syafirullah.
Sejumlah strategi yang dijalankan antara lain pelaksanaan donor darah rutin di kantor UDD PMI, mobil unit donor yang mendatangi instansi pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, hingga komunitas masyarakat. Kerja sama juga dijalin dengan TNI-Polri, organisasi perangkat daerah (OPD), rumah sakit, klinik, organisasi kepemudaan, dan keagamaan.
Selain itu, momentum tertentu seperti Hari Donor Darah Sedunia, kegiatan sosial, keagamaan, hingga peringatan hari besar juga dimanfaatkan untuk menggelar aksi donor darah massal. UDD PMI Pamekasan turut mengintensifkan Pembinaan Pendonor Sukarela (DDS) melalui pendataan, edukasi, dan sosialisasi agar pendonor bersedia mendonorkan darah secara rutin dan berkelanjutan. [pin/beq]






