Ponorogo (beritajatim.com) –Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Ponorogo berupaya intensif untuk mencari keluarga dari Sareh, Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang meninggal dunia di negara Malaysia.
Terkait dengan kabar meninggalnya Sareh itu, pada tanggal 4 November 2024 lalu, Disnaker Ponorogo menerima informasi dari Konsulat Jenderal RI (KJRI) Johor Baru. Bahwa yang bersangkutan meninggal dunia di Hospital Pontian-Johor.
“Informasinya almarhum asli Ponorogo, tetapi tidak disebutkan alamat jelasnya di Ponorogo,” kata Kepala Disnaker Ponorogo, Suko Kartono, Minggu (10/11/2024).
Sebagai upaya mencarian alamat keluarga PMI yang meninggal di usia 69 tahun di Malaysia itu, Disnaker Ponorogo mengirimkan surat bantuan pencarian kepada camat di seluruh wilayah Ponorogo.
Hal itu dilakukan supaya para camat, meneruskannya ke kelurahan/desa hingga RT/RW setempat.Tidak hanya itu, Disnaker juga telah berkoordinasi dengan Dispendukcapil untuk melacak data keluarga Sareh Bin Joyo tersebut.
“Kami koordinasi dengan Dispendukcapil juga belum membuahkan hasil,” katanya.
Upaya terakhir yang akan dilakukan lagi yakni bekerjasama Kantor Imigrasi Ponorogo untuk menelusuri data almarhum. Berdasarkan indikasi sementara, Sareh diduga berangkat ke Malaysia secara tidak resmi, karena data terkait keberangkatannya tidak terdaftar di Disnakertrans maupun Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
Suko menambahkan bahwa batas waktu pencarian ini, hanya sampai tanggal 11 November 2024. Jika alamat keluarganya belum ditemukan hingga saat itu, jenazah akan dimakamkan di Malaysia.
“Jika PMI tersebut resmi, data keberangkatannya pasti tercatat di kami dan BP2MI. Oleh sebab itu, jika sampai 11 November keluarganya tetap tidak ditemukan, maka jenazahnya akan dimakamkan di Malaysia. Namun, kami berupaya semaksimal mungkin agar bisa menemukan alamat keluarganya di Ponorogo,” pungkas Suko. [end/aje]






