Surabaya (beritajatim.com) – PLN Nusantara Power terus berupaya meningkatkan keandalan pembangkit listriknya melalui digitalisasi. Hingga saat ini, PLN NP telah mengelola 153 mesin unit pembangkit secara digital dengan total kapasitas mencapai 7460 MW.
Direktur Utama PLN NP, Ruly Firmansyah, mengatakan bahwa digitalisasi pembangkit merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan keandalan dan efisiensi pembangkit. Teknologi ini memungkinkan PLN NP untuk memantau dan mengontrol operasional pembangkit secara real time.
“Dengan digitalisasi, kami dapat mendeteksi potensi gangguan lebih dini dan mengambil langkah-langkah preventif, sehingga dapat mencegah terjadinya pemadaman,” ujar Ruly.
Digitalisasi pembangkit juga dapat membantu PLN NP untuk meningkatkan efisiensi operasi. Dengan data yang akurat dan real time, PLN NP dapat mengatur operasi pembangkit secara lebih optimal, sehingga dapat menghemat biaya produksi listrik.
“Digitalisasi pembangkit merupakan salah satu investasi penting yang dilakukan PLN NP untuk menghadirkan listrik yang andal dan terjangkau bagi masyarakat,” kata Ruly.
Selain meningkatkan keandalan dan efisiensi, digitalisasi pembangkit juga dapat membantu PLN NP untuk meningkatkan daya saingnya. Dengan teknologi ini, PLN NP dapat lebih cepat dan tepat dalam merespons tantangan yang dihadapi, seperti perubahan permintaan listrik dan disrupsi teknologi.
PLN NP menargetkan untuk dapat mengimplementasikan digitalisasi pembangkit di seluruh unit pembangkitnya pada tahun 2025. Dengan demikian, PLN NP dapat memberikan layanan listrik yang lebih andal dan berkualitas bagi masyarakat Indonesia.
Manfaat Digitalisasi Pembangkit untuk PLN NP
Berikut adalah beberapa manfaat digitalisasi pembangkit untuk PLN NP:
- Peningkatan keandalan pembangkit
- Peningkatan efisiensi operasi
- Peningkatan daya saing
- Efisiensi beban operasional perusahaan
- Peningkatan kualitas layanan kelistrikan






