Jember (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) memekarkan daerah pemilihan (dapil) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dari enam menjadi tujuh daerah untuk Pemilihan Umum 2024. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai perubahan dapil terlalu mendadak.
“Usulan PKS tidak ada perubahan dapil. Demokrasi lokal dan nasional kan baru tumbuh. Parpol kecil apalagi baru dan menengah perlu waktu. Perubahan ini terlalu mendadak untuk diterapkan. Semestinya agar lebih siap, perubahan dapil diputuskan untuk Pemilu 2029 atau dapil baru ditetapkan pada 2020 lalu,” kata Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Pemilihan Kepala Daerah Dewan Pengurus Wilayah PKS Jatim, Mashuri Harianto, Selasa (14/2/2023).
Berdasarkan keputusan KPU RI, Dapil Jember 1 memperebutkan 7 kursi, yang meliputi Kecamatan Ajung, Kaliwates, Sumbersarim Pakusari. Dapil Jember 2 memperebutkan 7 kursi, yang meliputi Kecamatan Rambipuji, Panti, Sukorambi, Patrang, Arjasa.
Dapil Jember 3 memperebutkan 6 kursi, yang meliputi Jelbuk, Kalisat, Ledokombo, Sukowono, Sumberjambe. Dapil Jember 4 meliputi Tempurejo, Mumbulsari, Mayang, Silo yang memperebutkan 6 kursi.
Dapil Jember 5 memperebutkan 8 kursi, meliputi Balung, Wuluhan, Ambulu, Jenggawah. Dapil Jember 6 memperebutkan 7 kursi meliputi Jombang, Kencong, Gumukmas, dan Puger. Dapil Jember 7 memperebutkan 9 kursi, terbanyak dibanding dapil lainnya, yang meliputi Sumberbaru, Umbulsari, Tanggul, Semboro, dan Bangsalsari.
Mashuri menilai, idealnya masing-masing dapil memperebutkan tujuh kursi dan hanya satu dapil yang memperebutkan delapan kursi. “Dengan demikian masih berpotensi ada tujuh parpol di DPRD atau tujuh fraksi. Ini masih sehat,” katanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Jember”]
Dengan penambahan dapil ini, menurut Mashuri, target partai untuk menambah minimal dua kursi akan semakin berat. “Semua partai saya kira begitu. Semakin berat kalau kekuatan di dapil tersebut sama. Namun untung ruginya relatif, karena tergantung bagaimana partai merekrut caleg yang punya kekuatan,” katanya.
Namun nasi sudah menjadi bubur. “Target kami tetap, sepuluh kursi di DPRD Jember agar bisa mencalonkan bupati. Kami akan menggerakkan caleg dan anggota legislatif, kader, dan pengurus struktur secara massif melayani dan memberdayakan potensi rakyat,” kata Mashuri.
PKS juga akan berkolaborasi dengan kandidat presiden dan kepala daerah. “Kerjasama dengan elemen masyarakat luas dilakukan di berbagai bidang, termasuk dengan komunitas seperti perempuan dan profesi. Kampanye darat dengan cara bertemu pemilih dan udara melalui media massa dan media sosial dilakukan,” kata Mashuri.
PKS akan mewaspadai segala hal yang melemahkan kekuatan partai tersebut. Mashuri menegaskan, pihaknya harus mengantisipasi langkah kompetitor, karena semakin kecil peluang, semakin berat persaingan. “Soal strategi dan taktik, itu menjadi rahasia masing-masing caleg,” katanya. [wir/beq]






