Jombang (beritajatim.com) – PKM (Program Kemitraan Masyarakat) Fakultas Teknik Undar (Universitas Darul Ulum) Jombang Jawa Timur melakukan pengembangan wisata Sendang Made di Kecamatan Kudu.
Sendang Made adalah salah satu destinasi wisata di Jombang. Tempat adem dan asri ini menyimpan cerita tutur tentang Raja Airlangga. Konon sumber air di Desa Made, Kecamatan Kudu ini menjadi tempat pelarian Raja Airlangga.
Sendang Made sendiri terletak di lereng Gunung Pucangan di wilayah utara Jombang. Tepatnya, Desa Made Kecamatan Kudu Kabupaten Jmbang. Jaraknya sekitar 28 Km dari pusat Kota Santri. Untuk mencapai tempat ini, dibutuhkan kurang lebih 54 menit perjalanan menggunakan sepeda motor.
Sumber air yang ditetapkan sebagai situs purbakala ini asri dan sejuk karena banyak pohon besar yang tumbuh di sekitarnya. Terdapat tujuh sendang (mata air) di Sendang Made yang airnya jernih dan segar. Tujuh sendang itu adalah Drajat, Condong, Kamulyan, Pangilon, Gede, Pomben, dan Payung.
Potensi andalan Sendang Made inilah yang melatarbelakangi Fakultas Teknik Undar Jombang menjadikan obyek kegiatan PKM tahun 2024. PKM diawali dengan pelatihan manajemen pariwisata pada Rabu, 4 September 2024 di Pendapa Agung Sedang Made.
Acara ini diikuti oleh beberapa perangkat desa, pengurus wisata dan unsur karang taruna. Hadir pula jajaran sivitas akademika Undar, dosen pembimbing, pelaksana kegiatan dan mahasiswa Fakultas Teknik.
Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Teknik Undar Dr. Ir. H. Muhlasin, M.Si. Dalam sambutannya Muhlasin mengungkapkan bahwa era pembangunan saat ini harus mengedepankan kemitraan multi pihak.
“Hal itu sebagai upaya percepatan tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan baik, di tingkat global, nasional maupun lokal. Sinergisitas ini dapat melibatkan perguruan tinggi, masyarakat, pemerintah, swasta dan media. Tentu dengan kapasitas masing-masing,” ujarnya.

Muhlasin menandaskan, melalui pelatihan manajemen strategi bisnis dan penyusunan SOP pelayanan pariwisata diharapkan memberikan manfaat bagi semua pihak. Kegiatan itu juga diharapkan mampu memberikan solusi dalam membangun kemandirian ekonomi dan sosial masyarakat.
“Juga mampu meningkatkan kualitas pelayanan wisata Sendang Made dan tentunya meningkatkan kepuasan bagi masyarakat yang berwisata di Sendang Made,” lanjut Muhlasin.
Sekretaris Desa Made Suwardi, yang mewakili Kepala Desa Made, memberikan apresiasi kepada Fakultas Teknik Undar. Mewakili pemerintahan desa (Pemkdes), Suwardi menyampaikan terima kasih atas semua bantuan yang diberikan dalam kegiatan PKM Tahun 2024 ini.
“Kegiatan inilah yang selama ini kami harapkan. Bagaimana pengurus Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) mampu mengelola Sedang Made. Yakni, melalui pelatihan manajemen pariwisata. Kami sangat menyadari bahwa salah satu kelemahan kami adalah tentang memanajemen wisata,” katanya.
Ketua PKM Tahun 2024 Machrus Ali, ST., MT., IPM menjelaskan, pemberdayaan Pokdarwis melalui smart tourism dan manajemen usaha pariwisata dilaksanakan melalui pendanaan yang bersumber dari Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM).
PKM yang dikelola Fakultas Teknik Undar Jombang selama ini telah berjalan dengan baik. Bahkan memberikan progress kemajuan yang berbuah penghargaan di tingkat kabupaten, provinsi dan pemerintah pusat.
Hal ini, menurutnya, juga berkat keseriusan dan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan tujuan program. Machrus Ali yang juga dosen Teknik Elektro ini menyampaikan bahwa selain penguatan kapasitas, juga melalui pelatihan manajemen usaha pariwisata.
“Dalam PKM tahun 2024 kami juga menyelenggarakan pelatihan dan fasilitasi pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang diharapkan dapat dikelola dengan baik. Selain itu juga mampu memberikan peningkatan pelayanan bagi pengelolaan wisata Sendang Made,” katanya.
Apresiasi atas program tersebut juga disampaikan Imam Suhari selaku pengurus Wisata Sendang Made. Imam berharap melalui PKM Fakultas Teknik Universitas Darul Ulum Jombang ini dapat memberikan kemajuan signifikan bagi Wisata Sendang Made.
Menurut Imam, seiring laju waktu, Sendang Made ini tidak seperti dulu. Selain untuk kegiatan sedekah desa, Sendang Made juga dikenal sebagai wisata budaya melalui kegiatan wisuda sinden se-Kabupaten Jombang.
“Adanya tujuh sendang bisa menjadi magnet bagi wisatawan untuk datang ke sini. Kami berharap dapat dilakukan upaya konservasi agar sumber mata air semakin bening dan melimpah airnya,” kata Imam penuh harap. [suf]






