Jombang (beritajatim.com) – Wisatawan asal Malaysia, Aidi Rosli Khalim (61), hadir secara langsung ke Wonosalam Jombang untuk menyaksikan kontes durian, Minggu (26/2/2023). Selain menyaksikan kontes tersebut, Aidi juga berkeliling Wonosalam. Tentunya juga mencicipi berbagai varietas durian di lereng pegunungan Anjasmoro.
Aidi berangkat dari Kuala Lumpur Malaysia pada 24 Februari 2023. Dia ditemani istri dan seorang pemandu wisata. Dia mendarat di Surabaya. Kemudian menginap terlebih dulu di salah satu hotel di Kota Pahlawan itu. Selanjutnya, dari Surabaya, Aidi bersama pemandu wisata bernama Aliyah meluncur ke DeDurian Park Wonosalam untuk menyaksikan kontes durian.
“Istri saya tidak ikut ke Wonosalam. Dia menunggu di Surabaya. Selama di Wonosalam saya banyak berdiskusi tentang durian. Rencananya, akan saya tulis dalam buku,” kata Aidi sembari menunjukkan buku pertamanya yang sudah terbit dalam tiga bahasa, Malaysia, Inggris dan China. Buku itu memuat tentang varietas durian di negeri Jiran tersebut, lengkap dengan gambar durian.
BACA JUGA:
Semerbak Aroma Durian di Sepanjang Jalan Wonosalam Jombang
Kok tahu di Wonosalam ada kontes durian? Aidi mengatakan dirinya mengetahui ada pesta Kenduren (Kenduri Durian) di Wonosalam melalui internet. Dari situ dia meminta nomer kontak panitia Kenduren yang akan digelar pada 5 Maret 2023. Selanjutnya, Aidi terbang dari Kuala Lumpur menuju Surabaya.
Nah, pada Sabtu dan Minggu, Aidi berada di Wonosalam. Hari pertama melakukan diskusi dengan petani durian. Sedangkan hari kedua atau Minggu menyaksikan kontes durian yang digelar di DeDurian Park. Ada 23 peserta yang mengikuti kontes tersebut. Warga Malaysia ini menyaksikan daru kursi penonton mulai awal hingga acara ditutup.

Tak jarang, Aidi diminta mencicipi durian yang sudah dinilai oleh dewan juri. Bahkan, saat penutupan dirinya juga diminta memberikan testimoni. “Ini acara yang cukup bagus. Semoga dengan kontes ini bisa melahirkan varietas durian unggul dari Wonosalam,” kata Aidi dengan logat khas Melayu.
Di kesempatan yang lain, Aidi mengagumi tanah Wonosalam yang subur dan berada di lereng pegunungan. Karena hal itu membuat cita rasa yang nikmat bagi buah durian. “Sangat cocok untuk pertumbuhan durian. Kawasan ini berada di tanah tinggi (tanah pegunungan). Berbatu. Banyak sungai. Sangat cocok untuk durian yang bagus,” katanya.
BACA JUGA:
192.152 Pohon Durian di Wonosalam Jombang Sudah ‘Ber-KTP’
Kondisi itu sama dengan empat kawasan di Malaysia yang menjadi sentra durian, salah satunya adalah Pahang. Soal rasa antara durian Wonosalam dan Malaysia, Aidi tidak ingin banyak berkomentar. Karena hal itu tergantung selera. Tergantung lidah masing-masing.
“Ada yang suka manis, ada yang suka pahit. Itu tergantung selera, tergantung lidahnya. Jadi saya tidak mau banyak cakap (komentar) soal rasa durian,” kata Aidi yang memiliki varietas durian Solo Hunter di Malaysia. [suf/ted]






