Pasuruan (beritajatim.com) – Jajaran kepengurusan tingkat daerah dari partai politik berlambang bumi dan bintang kini mulai mengambil langkah taktis guna memperkuat basis struktural di tingkat akar rumput. Konsolidasi internal dilakukan secara masif untuk menyelaraskan visi dan misi perjuangan organisasi dalam menghadapi dinamika politik elektoral di masa depan.
Pergerakan mesin partai ini ditandai dengan penetapan jadwal musyawarah anak cabang (Musancab) yang akan digelar secara maraton sepanjang Agustus 2026 di seluruh wilayah strategis. Langkah penyegaran kader diprioritaskan untuk membangun komposisi kepengurusan yang lebih inklusif, adaptif, serta responsif terhadap aspirasi masyarakat modern.
“Musancab akan dilaksanakan pada 1 hingga 31 Agustus 2026 sebagai komitmen kami memanaskan mesin partai setelah melakukan konsolidasi internal secara menyeluruh. Kami juga memasukkan nonmuslim di kelembagaan DPC, karena kita berdemokrasi bukan berdasarkan agama, tetapi berdasarkan kewarganegaraan,” ungkap Ketua DPC PKB Kabupaten Pasuruan, Yusuf Danial.
Ia menegaskan strategi inklusif ini diambil agar masyarakat luas mengetahui bahwa PKB bukan hanya bergerak secara religius, tetapi juga sangat nasionalis.
Partai besutan kaum nahdliyin ini juga menerapkan regulasi ketat yang mewajibkan keterwakilan perempuan minimal 30 persen pada struktur kepengurusan tingkat kecamatan (PAC). Kuota gender ini dipandang krusial untuk memberikan ruang bagi kaum perempuan dalam merumuskan kebijakan politik yang ramah keluarga dan anak.
Selain keterwakilan perempuan, kelompok pemuda dari generasi terbaru juga menjadi sasaran utama peremajaan demi mengamankan ceruk suara potensial pada Pemilu 2029. Karakteristik pemilih masa depan yang didominasi anak muda menuntut partai mengubah gaya komunikasi menjadi lebih kasual dan digital.
“Mengingat ke depan, khususnya pada 2029, pemilih milenial hingga Gen Z akan mendominasi pemilih, maka kami menargetkan Gen Z untuk masuk menjadi bagian dari kepengurusan. Tidak hanya menggaet kalangan NU, PKB juga sudah melakukan koordinasi dengan lintas organisasi keagamaan lainnya, seperti Muhammadiyah, untuk menjadi bagian dari PKB,” tambah Danial.
Komunikasi politik lintas organisasi kemasyarakatan (ormas) ini diklaim mendapat respons positif dari berbagai tokoh agama di Kabupaten Pasuruan.
Pendekatan terbuka ini secara perlahan mengikis stigma bahwa partai hanya milik satu golongan keagamaan tertentu di Jawa Timur. Semangat nasionalisme yang dibalut nilai-nilai religius universal diharapkan mampu menjadi daya tarik kuat bagi para pemilih pemula yang cenderung bersikap kritis.
Melalui pelaksanaan Musancab serentak selama satu bulan penuh nanti, struktur kepengurusan baru di tingkat kecamatan diproyeksikan akan lebih solid dan bertenaga. DPC PKB Pasuruan optimistis transformasi partai yang lebih terbuka ini akan memperkokoh dominasinya di panggung politik daerah. (ada/kun)






