Jember (beritajatim.com) – PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) meminta Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, agar mematenkan portal di Jalan Mohammad Yamin, Kecamatan Kaliwates, agar tak dilewati lagi oleh truk besar yang melebihi kelas jalan.
“Masyarakat di sana resah dengan kendaraan-kendaraan (besar) yang masuk. Dulu sempat diprotes. Akhirnya Dinas Perhubungan memasang portal sesuai kelas jalan agar kendaraan besar tidak bisa masuk,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang PKB Jember Ayub Junaidi, Kamis (9/3/2023).
Namun ternyata belakangan ada yang membuka portal tersebut dan diganjal, sehingga kendaraan besar bisa lewat. “Tidak tahu siapa yang mengganjal. Maka itu lebih baik portal itu dipatenkan saja oleh Dinas Perhubungan,” kata Ayub.
Baca Juga: PKS Jember Belajar dari Kekalahan Prabowo Untuk Menangkan Anies
Ayub mengingatkan, jalan tersebut sempat rusak selama bertahun-tahun. “Era (pemerintahan) ini diperbaiki, jalan mulus. Kalau itu dilewati kendaraan besar yang tak sesuai kelas jalan, selain merusak jalan, juga membahayakan warga sekitar,” katanya.
“Jalan sana pemukiman padat penduduk. Banyak lembaga pendidikan, perumahan, dan pesantren. Di jalan itu memang ada pergudangan. Tapi kan seharusnya angkutan barang dilakukan secara estafet dengan kendaraan yang lebih kecil sesuai kelas Jalan M. Yamin. Jangan menyusahkan masyarakat umum. Kalau jalan rusak, kan merepotkan masyarakat,” kata Ayub.
Jalan Moh. Yamin diperbaiki Pemkab Jember tahun lalu. Sebelumnya, jalan sepanjang 2,8 kilometer itu dipenuhi ratusan lubang berbagai ukuran, mulai dari diameter 50 centimeter hingga satu meter lebih, karena sering dilewati kendaraan-kendaraan besar yang melebih kelas jalan.
Ayub juga meminta aparat kepolisian berani menilang kendaraan besar yang melanggar kelas jalan. “Kan sudah diatur, kelas jalan untuk kendaraan besar tentu berbeda dengan jalan kelas biasa,” katanya.
Baca Juga: Harta Bupati Jember Hendy Bertambah Rp694 Juta, Gus Firjaun Rp144 Juta
Ayub mencontohkan kendaraan truk besar yang masuk ke Jalan KH Shiddiq. “Melewati jembatan dekat Rumah Sakit IBI. Itu kan berbahaya karena jembatan memiliki (daya topang) kekuatan. Dulu sempat dijaga Dishub. Sekarang kan tidak,” katanya.
Muhammad Hatta, salah satu warga, mengatakan, Jalan Moh. Yamin sejauh ini masih mulus. Namun tak tertutup kemungkinan jika terus-menerus dilewati, jalan akan rusak.
“Dengan dengan banyak truk besar yang lewat, masyarakat khawatir dengan adanya kecelakaan lalu lintas. Dengan lebar jalan kurang lebih empat meter, kalau ada dua mobil berpapasan, itu harus hati-hati. Apalagi kalau truk besar lewat pada saat pagi dan sore, saat berangkat dan pulang kerja,” katanya.
Padahal, lanjut Hatta, jalan tersebut termasuk ramai. “Portal ujung jalan sebelah selatan terkunci. Tapi sisi utara terbuka. Ada yang mengganjal portal dengan bambu. Bagaimana, terus apa fungsinya portal tersebut?” keluhnya. [wir/beq]






