Jakarta (beritajatim.com) – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengaku siap berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam menghadapi Khofifah-Emil di Pilkada Jawa Timur. PKB pun memastikan, Khofifah-Emil tidak akan melawan kotak kosong dalam pemilihan Gubernur – Wakil Gubernur Jawa Timur.
“PKB dan PDIP kalau bersatu di Jawa timur sudah pasti enggak kotak kosong,” tegas Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi Teknologi DPP PKB Ahmad Iman Sukri, Senin (12/8/2024).
Dia memperkirakan, komunikasi antara PKB dan PDIP soal Pilgub Jatim akan selesai sekitar 17-20 Agustus mendatang sebelum Muktamar PKB ke-6 digelar. Sejauh ini, PKB masih mempriorotaskan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Marzuki Mustamar untuk maju di Pilgub Jatim.
“Jadi, sejauh ini sih kami akan mencalonkan kader sendiri bareng PDIP,” kata Iman.
Dia. Menambahkan, Menteri Sosial Tri Rismaharini menjadi salah satu sosok yang dipertimbangkan PKB untuk dijadikan pasangan Marzuki Mustamar.
“Cuma, kami hitung kekuatannya. Karena kami melawan petahana agar pertarungannya bisa dimenangkan,” ujarnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, dalam Pilkada 2024 ini, partainya membuka diri dan bekerja sama dengan semua partai politik. Seperti dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menjadi pemenang dalam pemilihan legislatif di Jawa Timur.
Menurut Hasto, meski PDIP memiliki segudang kader internal yang mumpuni untuk memimpin Jawa Timur seperti Tri Rismaharini, Azwar Anas, sampai Pramono Anung namun pihaknya tetap menghormati kepemimpinan PKB di sana.
“Kami memang menghormati (PKB) di Jawa Timur, di mana PKB sebagai pemenang pemilu legislatif tingkat provinsi di Jawa Timur. Ini adalah peta politik yang menjadi konsideran bagi PDI Perjuangan di dalam mengambil keputusan,” kata Hasto saat penutupan peringatan Bulan Bung Karno 2024 di gelar di Parkir Timur Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (30/6/2024) lalu.
Dia juga mengungkapkan, saat ini proses komunikasi secara intens yang dilakukan dengan PKB. Pengurus DPP PDIP seperti Ahmad Basarah dan Aria Bima terus melakukan komunikasi.
“Pak Said Abdullah sebagai Ketua DPD PDIP Jawa Timur juga sangat aktif melakukan dialog-dialog di dalam membangun kesepakatan terhadap calon gubernur dan wakil gubernur di Jawa Timur,” ujar Hasto. [hen/ian]






