Malang (beritajatim.com)– Target PKB Kabupaten Malang dalam Pilbup Malang 2024 mendatang adalah merebut kursi Bupati Malang yang kini diraih PDI Perjuangan.
Hal itu disampaikan Dra. Hj. Lathifah Shohib cucu KH. Bisri Syansuri Pendiri NU sekaligus salah satu kontestan yang diproyeksikan mengikuti Pilkada Kabupaten Malang.
Menurut Lathifah yang juga Mantan Wakil Seketaris Dewan Syuro DPW PKB Jawa Timur menyampaikan, amanat Ketum PKB Muhaimin Iskandar untuk kembali maju dalam Pilkada Kabupaten Malang, siap ia laksanakan.
“Saya siap menerima penugasan dari partai, Mengingat PKB menjadi partai nomor dua terbanyak di Kabupaten Malang. Oleh karena itu targetnya adalah merebut kepala Daerah Bupati Kabupaten Malang,” ucap Lathifah usai bertemu dengan Ketum PKB di Surabaya beberapa waktu lalu.
Sebagai informasi, Lathifah adalah calon terkuat yang menjadi lawan PDIP dalam Pilbup Malang tahun 2020 lalu. Selisih perolehan suara Lathifah yang diusung PKB dan HM Sanusi dari PDIP ketika itu, hanya diangka 3 persen saja dengan suara rusak mencapai 5 persen suara.
Ditanya potensi PKB koalisi dengan parpol peraih kursi di DPRD Kabupaten Malang, Lathifah mengaku apabila Gerindra menjadi prioritas dalam koalisi.
“Planning koalisi Gerindra prioritas. Namun kami juga sudah menjalin komunikasi
dengan NasDem,” ujar Lathifah, Rabu (15/5/2024) pada beritajatim.com.
Lathifah mengaku sejauh ini jalinan komunikasi politik dengan sejumlah parpol masih sangat dinamis. Dirinya juga menjelaskan sebagai peraih kursi terbesar di legislatif Kabupaten Malang, menjadi modal utama dalam Pilbup Malang 2024.
“Secara realita kursi PKB lebih besar, jadi posisi N1 cukup realistis. Namun kita tetap merangkul semua,” tuturnya.
Terakhir, Lathifah menambahkan apabila evaluasi dalam tim saat dirinya maju Pilkada Kabupaten Malang 2020 lalu, menjadi bagian penting yang akan dilakukan segera. Kekalahan tipis 3 persen ketika itu, terindikasi adanya kecurangan.
“Ada indikasi kecurangan, dimana kami kalah sekitar tiga persen suara. Sementara suara rusak lima persen. Suara rusak ini lebih besar daripada kekalahan. Termasuk penyebabnya Abuse of Power,” pungkas Lathifah. [yog/aje]






