Malang (beritajatim.com) – Perum Jasa Tirta (PJT) I memperkuat sistem pengelolaan sumber daya air terintegrasi berbasis data sebagai fondasi utama ketahanan pangan dan energi nasional. Langkah strategis ini ditegaskan dalam peringatan HUT ke-36 PJT I yang diselenggarakan di Bendungan Sutami, Kabupaten Malang.
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Muhammad Rachmat Kaimuddin, menyebut akurasi data adalah kunci pembangunan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa arah kebijakan pemerintah ke depan fokus pada penguatan infrastruktur serta modernisasi operasi pemeliharaan air.
“Penguatan sistem pengelolaan air yang terintegrasi dan berbasis data menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan pembangunan Indonesia,” ungkap Rachmat Kaimuddin.
Direktur Utama PJT I, Fahmi Hidayat, menyatakan komitmen perusahaan sebagai BUMN pengelola air untuk terus menjaga pondasi ketahanan nasional. Pihaknya kini tengah merancang sejumlah program transformasi guna menghadapi tantangan perubahan iklim dan pertumbuhan kebutuhan air yang meningkat.
“Pondasi kokoh merupakan fondasi tata kelola, sistem operasional yang andal, serta kapasitas SDM yang adaptif terhadap perubahan,” ujar Fahmi pada Senin (16/2/2026).
Ia menambahkan bahwa transformasi yang terakselerasi menjadi keharusan agar BUMN ini tetap relevan menjawab tantangan zaman. Sebagai implementasi nyata, PJT I melakukan Penandatanganan Clear Cut Wilayah Sungai (WS) Brantas Tahun 2026 untuk mempertegas tanggung jawab operasional. Momentum ini menjadi simbol reformasi tata kelola yang lebih terstruktur guna mengoptimalkan potensi sungai di Jawa Timur.
Dalam kesempatan yang sama, PJT I menganugerahkan dua penghargaan Lifetime Achievement Award sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi luar biasa. Penghargaan pertama diberikan kepada Almarhum Roedjito Dwidjomestopo, Direktur Utama PJT I periode 1990–1996, yang telah meletakkan landasan organisasi.
Penghargaan kedua diberikan kepada Soetarno Said, Koordinator Jaring-Jaring Komunikasi Pemantauan Kualitas Air (JKPKA) periode 1997-2022. Soetarno dinilai berjasa besar dalam memajukan pendidikan kualitas air serta menginspirasi generasi muda untuk peduli pada pelestarian sumber daya air.
PJT I terus mendorong keterlibatan lintas sektor agar pengelolaan air tidak hanya menjadi tugas teknis, tetapi menjadi gerakan sosial yang masif. Ketahanan air yang stabil diharapkan mampu menyokong stabilitas industri dan kesejahteraan sosial masyarakat di seluruh pelosok negeri. [luc/beq]






