Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melakukan transformasi layanan kesehatan dengan melaunching Posyandu ‘Center Of Excellent’ (COE) di Ponpes Wali Barokah Kediri, pada Senin (15/7/2024). Program ini untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan dengan mudah.
Usai melaunching Posyandu COE, Pj Wali Kota Kediri Zanariah menyampaikan, apresiasiasinya dengan hadirnya transformasi posyandu. Dalam posyandu ini terdapat rangkaian tahapan mulai pendataan, penimbangan, validasi dan sinkronisasi data dan pelayanan.
“Dengan Posyandu COE maka akses melalui pelayanan posyandu ini ditata kembali sesuai wilayah RW,” kata Zanariah.
Zanariah menambahkan, dari Pemerintah Pusat ditarget 49 persen dari total posyandu untuk bisa menjadi posyandu COE. Tapi di Kota Kediri ini, mencapainya 50 persen atau sekitar 172 posyandu.
“Capaian itu saja sudah hebat, karena targetnya tahun ini secara nasional hanya 49 persen. Namun kita tidak harus berpuas diri, sebab diharapkan pula posyandu ini juga jadi wadah pendidikan, dan peningkatan layanan kesehatan, termasuk kami mengimbau kader untuk meningkatkan skill terutama 25 keterampilan dasar, sehingga bisa membantu bayi, anak balita, remaja, hingga lansia,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr. Muhammad Fajri mengatakan, dulu layanan posyandu itu terpisah, balita sendiri, dan lansia sendiri. Namun dengan Posyandu COE, inovasi ini menyatukan layanan kesehatan dalam satu siklus kehidupan, yakni mulai dari balita, ibu hamil, maupun posyandu lansia dalam satu tempat.
“Seperti yang dilakukan Bu Indiyah tadi, ia cukup datang sekali ke Posyandu COE tapi bisa memeriksakan ibunya maupun anaknya,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Posyandu COE Kelurahan Burengan, Kota Kediri, Rini Dyah Wahyuni mengatakan, jika alur posyandu itu ada pendaftaran, pengukuran tinggi badan, lingkar lengan, lingkar perut untuk usia PTM. Setelah penimbangan pencatatan hasil kegiatan, dilanjutkan pelnayanna kesehatan, dan pelayanna laboratorium dasar, hingga pelayanan penyuluhan mengenai kondisi kesehatan.
“Setelah itu selesai diberikan pemberian makanan tambahan (PMT). Jadi Posyandu COE ini meliputi semua pelayanan siklus hidup, cukup sekali datang maka semuanya bisa terlindungi kesehatannya,” katanya.
Di tempat sama, Pengasuh Ponpes Wali Barokah Kediri, KH Sunarto menyebutkan, harapannya ke depan Posyandu ini harus diupayakan sedemikian rupa untuk peningkatan skill para kader hingga sarana prasarananya.
“Untuk di lingkup pesantren ini, kegiatan pelayanan kesehatan dilakukan setiap tanggal 15, ya seperti sekarang ini. Bahkan optimalisasinya di ponpes ini hampir sesuai dengan penerapan Posyandu COE, sehingga kualitas kesehatan para santri selalu terjaga dengan baik,” katanya.
Pada kesempatan sama, turut hadir sebanyak 350 orang peserta di agenda tersebut, meliputi OPD terkait, Kepala Puskesmas, penanggung jawab puskesmas, camat, kepala kelurahan dan lainnya. [nm/ian]







