Pamekasan (beritajatim.com) – Penjabat (Pj) Bupati Pamekasan, Masrukin mengunjungi korban cuaca ekstrem dan menyalurkan bantuan paket sembako bagi masyarakat terdampak di Desa Panaan dan Potoan Laok, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Kamis (18/1/2024).
Pada kunjungan tersebut, ia didampingi Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP), serta Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan.
Masrukin bersama rombongan setidaknya mengunjungi tiga lokasi berbeda di titik bencana, yakni di Desa Panaan, Desa Potoan, serta Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyepen, yang juga terdampak cuaca ekstrem.
Baca Juga: 51 Rumah di Pamekasan Rusak Akibat Cuaca Ekstrem
“Kunjungan ini hanya sampling terhadap beberapa rumah terdampak cuaca ekstrem, dan bantuan paket sembako secara umum sekedar meringankan beban masyarakat terdampak, setidaknya cukup untuk sepekan kedepan,” kata Pj Bupati Pamekasan, Masrukin.
Selain itu, pihaknya juga mulai mencoba menghitung jumlah kerugian yang dialami warga akibat musibah angin kencang. Sehingga keberadaan pemerintah dapat dirasakan dengan membantu dan meringankan beban masyarakat terdampak.
“Tentunya besaran bantuan itu nantinya kita sesuaikan dengan ketersediaan maupun kemampuan anggaran keuangan daerah,” ungkap mantan Sekda Pamekasan.
Baca Juga: Pj Bupati Pamekasan: Sampah Penyebab Banjir Paling Signifikan
Tidak hanya itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap berbagai jenis bencana alam khususnya pada musim penghujan, seperti banjir, cuaca ekstrem, longsor dan beberapa jenis bencana lainnya.
“Misalnya ada pohon yang mengkhawatirkan, terutama yang berada di dekat rumah bisa dikurangi daun maupun dahannya. Karena kita sulit memprediksi cuaca, sehingga dengan begitu setidaknya kita bisa meminimalisir atau bahkan dapat mengurangi potensi bencana,” jelasnya.
Hanya saja pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar tetap mempertahankan pohon yang sekiranya tidak mengganggu atau membahayakan. “Kalau misal ada pohon yang jauh dari rumah, usahakan jangan dipotong. Karena pohon itu merupakan salah satu sumber oksigen,” pungkasnya. [pin/kun]






